Sabtu, 10 November 2018

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli

Dalam ilmu sosial, kita seringkali menemukan istilah yang sering di jumpai tetapi tidak mudah untuk dimengerti, salah satunya adalah istilah "interaksi sosial". 

Ilmu sosial adalah ilmu tentang kehidupan kita sehari-hari yang dijadikan sebuah teori, karena kehidupan manusia yang sangat unik. Sehingga dengan mempelajari ilmu sosial, kita akan lebih memahami karakteristik manusia.

Setiap orang punya sisi perbedaan. Kehidupan manusia akan ditentukan oleh berbagai faktor, seperti faktor lingkungan. Lingkungan sangat berperan penting dalam kehidupan sosial manusia. Tipe masyarakat yang tinggal di perkotaan akan berbeda dengan masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan. Masyarakat yang tinggal di pantai akan berbeda dengan masyarakat yang tinggal di pegunungan. Untuk itu, ilmu sosial sangat diperlukan.

Proses sosial adalah hal yang sangat penting. Mengingat struktur dalam masyarakat belum cukup untuk menggambarkan tentang kehidupan manusia. Dengan mengetahui proses sosial, maka hal tersebut memungkinkan manusia untuk mengetahui pergerakan dinamis manusia itu sendiri atau suatu masyarakat. Jadi, pengetahuan tentang sosiologi tidak kalah penting dengan pengetahuan ilmu alam.

Dalam ilmu sosial ada yang disebut dengan interaksi sosial. Pengertian interaksi sosial menurut para ahli sangat bermacam-macam. Tidak mengherankan, karena para ahli sendiri hidup di tempat yang berbeda-beda dan lingkungan yang berbeda-beda pula. Untuk itu, pertama-tama kita mesti tahu apa yang dimaksud dengan interaksi sosial.

Pengertian Interaksi Sosial Secara Umum


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), interaksi adalah saling melakukan aksi, berhubungan atau saling mempengaruhi. Jika dihubungkan dengan interaksi sosial, maka bisa diartikan bahwa interaksi sosial adalah hubungan timbal balik seseorang ataupun kelompok berupa aksi saling mempengaruhi.

Dalam sebuah kehidupan sosial, interaksi sosial akan selalu ada. Ketika bertemu dengan satu orang ataupun satu kelompok, secara langsung atau tidak langsung akan ada sebuah interaksi dan saling mempengaruhi satu sama lain. Apalagi jika interaksi tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Seorang ahli sosiologi bernama Gilin juga berpendapat sama. Bahwa interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis menyangkut individu dengan kelompok atau satu kelompok dengan kelompok lainnya. Di dalamnya, bisa terjadi sebuah kerjasama, konflik, interaksi, formal, tidak forma, langsung ataupun tidak langsung.

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli


Banyak para ahli yang mendeskripsikan pengertian interaksi sosial. Tidak terlalu berbeda jauh di antara semuanya, tetapi mari kita simak pengertian interaksi sosial menurut para ahli berikut ini:
Ahli sosiologi Soerjono Seokanto mengemukakan bahwa interaksi sosial adalah proses sosial mengenai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok sosial saling bertemu serta menenutkan sistem dan hubungan sosial.

Sedangkan Kimball Young dan Raymon W. Mack mengemukakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan antara individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok.

Macionis mengemukakan bahwa interaksi sosial adalah proses aksi reaksi, dimana aksi merupakan proses bertindak sedangkan reaksi adalah tindakan orang lain atas reaksi yang diberikan seseorang atau kelompok.

Broom dan Selznic mengemukakan bahwa interaksi sosial adalah proses bertindak yang dilandasi kesadaran adanya orang lain dan proses menyesuaikan respon (tindakan balas) sesuai dengan tindakan orang lain.

Tidak berbeda jauh dengan pengertian interaksi sosial yang telah disebutkan di atas, H. Bonner mengungkapkan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan antara dua atau lebih individu manusia, dimana kelakukan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakukan individu yang lainnya atau sebaliknya.

George Homans seorang sosiolog dari Universitas Harvard dan merupakan salah satu anggota fakultas Universitas Harvard. Goerge Homans mengemukakan bahwa interaksi sosial adalah kondisi dinama suatu aktivitas yang dilakukan seseorang kepada orang lain diganjar dengan hukuman atau ganjaran. Hal ini disebabkan oleh suatu tindakan yang dilakukan orang lain.

Kita mesti mengetahui juga pendapat sosiolog Indonesia seperti Maryati dan Suryawati yang mengemukakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan saling memengaruhi atau timbal balik antara satu individu dengan individu lainnya, atau antara satu kelompok dengan kelompok yang lainnya.

Adapun sosiolog lain seperti Astrid S. Susanti mengemukakan bahwa pengertian interaksi sosial adalah hubungan antara insan yang menciptakan hubungan tetap yang pad akhirnya menciptakan struktur sosial. Hasil interaksi sosial sangat bergantung pada nilai dan arti serta prestasi (penafsiran) yang diberikan oleh yang terlibat.

Tomatsu Shibutani juga mengungkapkan bahwa interaksi sosial adalah dimana manusia saling berinteraksi satu sama lain dalam sebuah bentuk structural dalam masyarakat. Bentuk strukural masyarakat yang disebutkan oleh Tomatsu Shibutani adalah sebagai berikut:

  • Kelompok sosial
  • Kebudayaan
  • Lembaga sosial
  • Stratifikasi dan kekuasaan

Shibutani juga menambahkan bahwa sebuah interaksi sosial mengendapankan beberapa pola seperti di bawah ini:

  • Akomodasi dalam situasi-situasi rutin
  • Ekspresi pertemuan dan anjuran
  • Interaksi stratesi dalam pertentangan-pertentangan
  • Pengembangan perilakuk masa

Jadi, pada intinya pengertian interaksi sosial yang bisa disimpulkan dari uraian di atas adalah proses dimana satu individu dengan individu, satu individu dengan kelompok, atau satu kelompok dengan kelompok saling berhubungan dan saling melakukan kontak. Karena manusia adalah makhluk yang berfikir dan setiap tindakannya memiliki makna, maka, terjadilah sebuah interaksi yang menghasilkan sebuah reaksi. Reaksi tersebut bisa berupa reaksi negative ataupun positif.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial


Dalam ilmu sosiologi, mempelajari interaksi sosial akan memiliki banyak faktor yang harus dipelajari sehingga menjadi pengetahuan utuh. Salah satunya adalah bentuk interaksi sosial. Dengan mengetahui bentuk interaksi sosial, kita akan lebih mengenal seperti apa interaksi sosial itu.

Berikut adalah bentuk-bentuk interaksi sosial, yang bisa di baca juga di buku Sosiologi karya Soerjono Soekanto:

  • Kerjasama (cooperation)
  • Persaingan (competition)
  • Pertentangan atau pertikaian (conflict)

Penggolongan lebih luas dikemukakan oleh Gillin dan Gillin, menurut mereka proses sosial yang timbul akibat interaksi sosial adalah sebagai berikut:

  • Proses asosiatif, yaitu proses yang berbentuk proses positif. Yang artinya ketika terjadi interaksi sosial dalam sebuah masyarakat, yang terjadi adalah sebuah kerjasama, keseimbangan pendapat antara satu kelompok atau individu dengan kelompok atau individu lainnya. Dalam proses asosiatif, akan terjadi sebuah keseimbangan, misalnya masyarakat yang berinteraksi dan menghasilkan proses asosiatif akan menjadi masyarakat yang toleran, menghargai orang asing dan kebudayaannya.
  • Proses disosiatif, proses ini kebalikan dari proses asosiatif. Atau dalam ilmu sosilogi disebut dengan oppositioal processes. Dalam masyarakat yang membentuk diri dalam proses disosiatif, akan terus terjadi persaingan, kontroversi dan pertentangan atau pertikaian. Tetapi, proses ini tidak bisa dipandang sebagai bentuk negative dari sebuah interaksi sosial. Karena, di Negara Amerika Serikat, persaingan dan sifat kebudayaan mereka yang kompetitif membuat Negara ini berkembang. Dalam proses disosiatif, mereka yang tidak tahan mental akan diterkam kebuasan alam di sekitarnya.
Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli

Demikian ulasan mengenai pengertian interaksi sosial menurut para ahli. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan kita semua.


EmoticonEmoticon