Rabu, 02 Mei 2018

Penyebab dan Tanda - Tanda Terjadinya Tsunami

penyebab dan tanda - tanda terjadinya tsunami
Masihkah anda ingat kejadian besar yang menimpa negara Indonesia pada tahun 2004 yang lalu? Dimana terjadinya tsunami yang telah meluluh lantahkan tanah Aceh dan sekitarnya. Semenjak bencana alam yang terbesar pada abad ke 20- an lalu, memberikan stigma sendiri ketika ada gempa secara tiba – tiba yang disertai dengan gempa tektonik. Artikel ini akan membantu anda untuk mengenali penyebab terjadinya tsunami.

Pengertian Tsunami

Tsunami berasal dari Jepang yaitu “Tsu” yang artinya pelabuhan dan “Nami” yang berarti gelombang. Secara harfiah pengertian tsunami yaitu gelombang besar yang terjadi di pelabuhan, dimana perpindahan badan air yang berskala besar.

Tsunami merupakan gerakan badan air yang disebabkan karena adanya perubahan permukaan laut secara vertikal tentunya dengan waktu yang tiba – tiba. Perubahan pada permukaan laut dapat disebabkan adanya gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi yang berada di bawah laut, longsor pada bawah laut. Energi yang terkandung dalam bencana tsunami, ketika berada di dalam laut gelombang tsunami mampu merambat ke segala arah dengan kecepatan 500 hingga 1000 km per jam.

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang terletak antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta berada pada dua samudera, yaitu samudera Hindia dan samudera Pasifik sehingga Indonesia menjadi tempat pertemuan lempeng dunia. Hal inilah yang menjadi faktor penyebab kenapa di Indonesia memiliki banyak gunung yang memilki status aktif. Lempeng tersebut akan bergeser sedikit demi sedikit setiap tahunnya, baik saling menjauhi ataupun saling menabrak antar satu sama lain pada periode tertentu. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya tsunami, seperti yang terjadi di Aceh tiga belas tahun silam.

Ketika terdapat dua lempeng yang saling bergerak maka akan menyebabkan gesekan diantara keduanya dan tidak jarang pula akan menimbulkan adanya gempa tektonik yang dapat terjadi setiap tahunnya di seluruh wilayah yang terdapat di Indonesia. Terutama pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa dan Nusa Tenggara hingga daerah di Papua. Menurut fakta yang kerap terjadi di Indonesia, gempa tektonik sering terjadi di wilayah lautan sehingga dapat memicu terjadinya tsunami.

Penyebab Terjadinya Tsunami

Pada jaman dahulu, orang banyak yang beranggapan bahwa tsunami adalah salah satu wujud dari gelombang pasang yang memiliki skala yang besar. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dan memicu terjadinya tsunami, seperti berikut :

  • Gempa Bumi Bawah Laut

Penyebab terjadinya tsunami yang utama adalah adanya gempa bumi bawah laut. Pada faktor ini merupakan faktor yang sering menimbulkan terjadinya kejadian bencana tsunami dan memiliki presentasi 90 persen. Kriteria dari gempa bumi bawah laut yaitu memiliki pusat gempa kurang dari 30 km dari permukaan laut, serta magnitudo gempa yang lebih besar dari 6.0 SR.

Seperti yang dapat kita lihat pada tahun 2004 lalu yang terjadi di Aceh. Dimana gempa tersebut mencapai kekuatan hingga 9.1 SR yang memilki pusat di bawah laut, sehingga faktir ini yang mampu menyebabkan terjadinya tsunami yang amat besar dan mampu meluluh lantahkan bangunan yang berada di Aceh.

  • Letusan Gunung Berapi Bawah Laut dan Atas Laut

Sudah kita ketahui bahwa dampak letusan gunung berapi bawah laut akan memicu terjadinya tsunami, namun bukan hanya dari bawah laut saja pada bagian atas laut atau daratan pun karena terdapat gunung berapi yang masih aktif maka akan menimbulkan tsunami pula. Apabila gunung berapi tersebut meletus maka akan menimbulkan getaran yang efeknya sama dengan terjadinya gempa tektonik yang berada di bawah laut.

Peristiwa yang paling terkenal karena letusan gunung berapi yakni terjadi pada tahun 1883. Dimana pada saat itu gunung krakatau yang meletus dengan sangat dasyatnya. Adanya bencana tersebut mampu menimbulkan gelombang tsunami yang telah menyapu bersih wilayah di daerah Sunda.
Indonesia merupakan negara yang dikenal memiliki gunung berapi terbanyak, dan adanya hal itu Indonesia dijuluki dengan Ring of Fire yang harus diwaspadai adanya potensi tsunami yang disebabkan karena letusan vulkanik gunung berapi.

  • Hantaman Meteor

Penyebab tsunami yang lainnya adalah karena adanya hantaman meteor. Meskipun hal ini merupakan hal yang jarang terjadi, namun kekuatan meteor yang jatuh ke samudera sangat luar biasa. Pada sepanjang sejarah belum ada dokumen mengenai tsunami yang disebabkan karena hantaman meteor. Namun dengan menggunakan simulasi yang dilakukan oleh komputer yang canggih, dampak dari penyebab karena hantaman meteor ini memiliki dampak yang paling besar dibandingkan dengan terjadinya tsunami karena faktor lain.

Jika ukuran meteor yang tidak terlalu besar maka tidak terlalu berpengaruh, namun apabila ukuran meteor yang sangat besar, misalnya saja memiliki diameter lebih dari 1 km. Jika meteor berukuran besar maka akan menimbulkan tsunami yang super besar dengan ketinggian gelombang yang tinggi pula. Hal ini tentunya akan menimbulkan kehancuran dan menyapu bersih daratan hingga ratusan kilometer juga akan menenggelamkan pulau – pulau kecil yang berada di dekat daerah hantaman meteor tersebut.

Bukan hanya itu, ada dampak yang terjadi pada jangka panjangnya tentunya yang mampu mempengaruhi bumi terutama pada perubahan iklim, hancurnya pertanian dunia serta kelaparan yang masal karena pertanian akan mati. Sehingga dampak yang sangat besar adalah kematian pada makhluk hidup dalam skala yang besar.

Tanda Awal Sebelum Terjadinya Tsunami

Ada beberapa indikator utama yang apabila muncul tanda maka kemungkinan yang terjadi adalah terjadinya tsunami. Berikut tanda awal yang sering terjadi sebelum datangnya bencana tsunami :

  • Diawali dengan Terjadinya Gempa Bumi

Tanda tanda awal yang terjadi sebelum terjadinya tsunami adalah adanya gempa bumi berskala besar terutama pada daerah sekitar pantai atau laut. Minimal kekuatan gempa yang dikategorikan pemicu awal terjadinya tsunami yaitu gempa yang memiliki skala 6.5 SR ke atas.

  • Air Laut yang Tiba – Tiba Surut

Tanda yang paling jelas terlihat sebelum terjadinya bencana tsunami adalah secara tiba – tiba air laut akan mengalami surut. Ketika terjadi kejadian seperti itu, segera lakukan evakuasi dengan cepat karena kemungkinan tsunami akan datang dan menghantam daratan. Semakin surut air laut maka semakin kuat pula hantaman tsunami akan semakin kuat dan hebat.

Penyebab air laut yang surut karena sebelum munculnya gelombang tsunami, permukaan laut juga turun secara mendadak yang disebabkan karena gempa bumi, longsor atau faktor lainnya.

  • Tanda Tanda Alam yang Tidak Biasa

Tanda tanda alam yang tidak biasa yang dapat menandakan adanya tsunami seperti adanya gerapakn angin yang tidak biasa, perilaku hewan yang tidak biasanya atau burung kelelawar yang kadang tidur pada siang hari akan terlihat aktif sebelum terjadinya tsunami.

  • Terdengar Suara Gemuruh

Salah satu tanda tanda sebelum terjadinya tsunami adalah terdengar suara gemuruh. Seperti suara ledakan kecil dari kejauhan secara berulang – ulang serta angin yang berhembus dengan tidak seperti biasanya.


EmoticonEmoticon