Selasa, 01 Mei 2018

Pengertian Kebijakan Moneter

kebijakan moneter
Kebijakan moneter diambil suatu negara guna memastikan kesehatan negara tersebut dalam hal ekonomi. Pemerintah suatu negara akan selalu berusaha untuk menyeimbangkan antara uang yang beredar dengan barang dan jasa di masyarakat.

Pengertian Kebijakan Moneter


Kebijakan moneter terdiri dari dua kata, yaitu Kebijakan dan Moneter. Kebijakan berasal dari bahasa Indonesia, yaitu Bijak, imbuhan ke-an pada Kebijakan memiliki arti kepandaian, atau kemahiran.

Kebijakan adalah serangkaian konsep dan strategi serta asas yang dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan dan langkah-langkah dalam bertindak. Sedangkan moneter memiliki arti uang, keuangan, mengenai uang, serta segala hal yang berkaitan dengan uang.

Sesuai dengan pengertian kedua istilah diatas, maka kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan keuangan.

Sedangkan secara umum kebijakan moneter merupakan langkah-langkah pemerintah dalam hal ini bank sentral (di Indonesia bernama Bank Indonesia) untuk mengatur ketersediaan uang yang beredar demi stabilitas keuangan dan perekonomian negara.

Konsep Kebijakan Moneter


Adapun tujuan kebijaksanaan kebijakan moneter secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Untuk menyesuaikan jumlah uang yang beredar di dalam masyarakat
  2. Untuk mengarahkan penggunaan uang dan kredit sedemikian rupa, sehingga nilai uang negara yang bersangkutan dapat dipertahankan stabilitasnya
  3. Mendorong produsen untuk meningkatkan produksi, apabila dengan mudah mendapatkan kredit dengan bunga yang rendah
  4. Paling sedikit akan dapat mempertahankan tingkat pengangguran yang telah ada dan selanjutnya berusaha agar meningkatkan tingkat employment tertentu
  5. Mengusahakan agar kebijaksanaan moneter dapat dilaksanakan tanpa memberatkan beban keuangan negara dan masyarakat

Untuk mencapai tujuan tersebut maka cara yang dapat dilakukan adalah:
  1. Menetapkan cash ratio, yaitu menetapakan perbandingan antara persentase uang di bank yang harus dijadikan cadangan dan boleh dioperasikan
  2. Kebijaksanaan pasar terbuka, kebijakan ini berkaitan penjualan surat-surat berharga dari bank sentral . apabila jumlah uang yang beredar dalam masyrakat dirasa terlalu banyak, maka pemerintah akan menaikkannya kembali melalui penjualan surat-surat berharga yang dilakukan oleh bank sentral dan sebaliknya jika jumlah uang yang beredar dalam masyarakat terlalu sedikit, maka untuk menambah jumlah uang yang beredar tersebut bank sentral akan membeli surat-surat berharga dari masyarakat dengan harga yang lebih tinggi
  3. Kebijakan suku bunga, untuk menambah atau mengurangi uang yang beredar dalam masyarakat, maka suku bunga kredit dapat memainkan peranannya, maka untuk menyedot persentase suku bunga kresit lebih tinggi dengan demikian peminta kredit akan lebih kurang
  4. Kebijakan suku bunga deposito, apabila jumlah uang yang beredar dalam masyarakat berlebihan, maka untk mencegah jangan sampai semakin banyak uang yang beredar, bank menaikkan persentase suku bunga depositonya.dengan demikian maka orang akan banyak mendepositokan uangnya di bank

Selanjutnya untuk menjaga stabilitas jumlah uang yang beredar ini, pemerintah melalui kebijakan bank sentral dapat melakukan kebijakan, yaitu:
    • Kebijakan uang ketat
    • Kebijakan uang longgar

Berkaitan dengan kebijakan pemerintah dalam mengatur jumlah uang yang beredar maka ada beberapa keadaan yang harus dicermati yaitu:
  • Inflasi, yaitu suatu keadaan dimana nilai uang menurun secara terbuka, akibatnya harga barang-barang pada umumnya naik
  • Deflasi, yaitu kenaikan nilai uang secara terbuka dan harga barang0barang menurun

Terjadinya inflasi dan devlasi ini dapat disebabkan oleh:
  1. penyebab dari laur negeri, jika ekspor lebih bessar dari pada impornya tanpa diimbangi bertambahnya barang/ jasa yang sepadan, akan terjadi inflasi. Dan begitu juga Sebaliknya
  2. penyebab dari dalam negeri, (kebijakan fiskal), apabila realisasi kebijakan anggaran menunjukkan pengeluaran pemerintah itu lebih besar dari pada penerimaannya maka akan menjadi timbulnya inflasi. Tetapi jika belanja pemerintah lebih kecil dari penerimaannya maka akan terjadi deflasi
  3. penybab dari dalam negeri (swasta), sektor swasta dalam halini terutam masalah tabungan dan investasi dan konsumsi. Jika pendapatan masyarakat lebih banyak dipergunakan untuk membeli barang dan jasa dari pada ditabung maka akan mengarah kepada inflasi. Dan jika pendapatan masyarakat lebih banyak diinvestasikan dari pada ditabung serta jika masyarakat banyak mengkonsumsikan pendapatannya akan banyak mengarah kepada inflasi

Demikian ulasan mengenai pengertian kebijakan moneter serta konsep kebijakan moneter, semoga artikel ini berguna dan dapat menambah pengetahuan Anda di bidang keuangan negara.


EmoticonEmoticon