Rabu, 09 Mei 2018

Cara Mencegah dan Mengatasi Gejala Autis pada Anak

cara mencegah dan mengatasi gejala autis pada anak
Penyebab dari autis hingga saat ini memang belum ditemukan, namun keadaan berbanding terbalik dengan kondisi anak – anak yang mengidap penyakit ateis semakin hari semakin bertambah saja. Dengan kondisi yang demikian tentunya akan membuat bagi para ibu mulai khawatir apabila kemungkinannya sang anak akan mengidap penyakit autis.

Autis merupakan suatu penyakit yang menyerang pada bagian syaraf yang terdapat di otak. Pada seseorang yang mengalami atau terkena penyakit autis akan mengalami pada bagian neuropsikiatrik, dimana kedaan tersebut berupa suatu gangguan atau keterlambatan berbicara, bersosialisasi dan juga berbagai aktivitas lainnya yang tidak dapat dijadikan oleh seorang anak yang pada usianya. Oleh karena itu bagi seorang anak yang menderita penyakit autis mereka tidak akan bisa untuk bersosialisai dengan baik, serta tidak mampu berbicara dengan baik.

Penyakit autis memang dapat menyerang siapa saja dan tidak ada terkecuali, namun penyakit ini kebanyakan menyerang pada anak – anak laki – laki. Kerena pada anak laki – laki penyakit autis akan mempu mengganggu jaringan otak bagi penderitanya. Sedangkan pada anak perempuan penyakit ini akan lebih cenderung terlihat misalnya seperti keterbelakangan mental. Bagi anak – anak yang mengalai penyakit autis mereka akan cenderung merasa sensitif terhadap suatu suara, cahaya dan juga karena sentuhan. Selain itu mereka yang menderita autis lebih banyak tidak mampu merasakan sakit, terutama ketika mereka mencoba untuk membenturkan kepala mereka ke benda keras. Bagi anak autis mereka juga lebih suka rangsangan berupa visual, misalnya dengan melihat sesuatu yang dianggap baru. Pola tidur yang dilakukan oleh penderita autis juga berbeda pada kebanyakan anak lainnya, dimana mereka akan cenderung tidak dapat tidur pada malam hari. Hal lain yang juga dapat dikenali untuk anak autis mereka tidak dapat untuk melakukan makan dengan cara yang baik dan juga mereka akan menolak untuk mencoba makanan yang baru.

Penyebab Penyakit Autis

Secara garis besar autis dapat diketahui penyebabnya, dimana ada dua indikasi yang terindikasi menjadi penyebab dari penyakit autis, diantaranya adalah :

  • Faktor Genetik

Ada kemungkinan salah satu dari faktor terjadinya kelainan genetik pada bagian kromosom, imunologi, komplikasi infeksi, kelainan pada susunan syaraf pusat terutama adalah pada bagian otak. Kemungkinan besar adalah fragile X Chromosome dan juga Tuberous Sclerosis.

  • Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan misalnya dengan pemberian vaksin MMR yang dilakukan ketika anak masih bayi sehingga mampu juga menyebabkan penyakit autis ini. Pada vaksin MMR terdapat suatu zat kimia thimerosal yang memiliki fungsi untuk mengawetkan vaksin. Dimana zat kimia tersebut mengandung merkuri yang tentunya sangat berbahaya bagi tubuh manusia ketika masuk ke dalam tubuh. Namun mengenai faktor ini belum dapat dibuktikan secara pasti menurut penelitian.

Tanda – Tanda Anak Mengalami Ganguan Autis


  • Tidak mampu untuk berinteraksi secara baik, dimana anak – anak yang autis tidak dapat berinteraksi dengan baik. Mereka akan lebih memilih dan cenderung untuk tidak mampu melakukan kontak mata secara dua arah, ekspresi muka yang cenderung datar, gerak – gerik tubuh yang tidak beraturan dan juga sering melakukan gerakan. Dimana kondisi yang seperti ini yang menyebabkan mereka tidak mampu untuk bergaul dengan teman sebayanya. Mereka juga cenderung untuk lebih suka menyendiri dan bermain dengan dunianya sendiri.
  • Tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Bagi penderita autis akan mengalami keterlambatan berbicara, selain itu juga kesulitan dalam berkomunikasi secara non verbal. Oleh karena itu mereka akan kesulitan untuk berkomunikasi, mereka dapat berbicara, serta akan hanya lebih sedikit untuk mengungkapkan dengan cara yang baik. Mereka akan cenderung menarik orang untuk mengambil barang apa yang sedang mereka inginkan. Bahasa yang mereka gunakan juga cenderung akan diulang – ulang.
  • Cenderung imajinatif dalam bermain. Bagi anak autis akan cenderung lebih imajinatif dalam bermain, mereka akan mampu memainkan apa saja yang mereka anggap unik. Ada kalanya memang mereka akan benar – benar terpaku, dan mereka akan hanya fokus pada satu permainan saja. Apabila mereka lebih senang pada permainan atau benda tertentu mereka akan mengulang – ulangnya permainan tersebut, selain itu juga mereka akan membuat sebuah gerakan untuk permainan tersebut. Mereka akan beralih pada permainan lainnya apabila mereka sudah mulai merasa bosan dengan jenis permainan tersebut.

Cara Mengatasi Penyakit Autis

Ada beberapa jenis cara atau tips untuk mengatasi penyakt autis. Dimana cara yang seperti ini sangat penting untuk para orang tua dari penderita penyakit autis wajib mengetahuinya. Terutama adalah bagi orang tua yang memiliki anak yang autis, atau dapat juga anda jadinya sebagai ilmu pengetahuan. Adapun beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mengatasi penyakit autis diantaranya adalah :
  • Memberikan Terapi Intervensi Keluarga
Bagi seorang keluarga yang di dalam keluarga memiliki keluarga atau anak yang mengidap penyakit autis, sangat dianjurkan bagi anda untuk mampu mengatasi autis anda anda. tentang mengenai bagaimana cara berperilaku, bagaimana cara mengambil hati sang buah hati, serta apa yang perlu diajarkan dan bagaimana mengatasi emosional dari perilaku suah hati anda. Untuk mengatasi autis dengan cara metode terapi, dimana cara ini akan sangat membantu anak anda untuk mampu tumbuh kembang secara normal bahkan mampu hidup berdampingan dengan anak usia sebayanya.
  • Mengkonsumsi Makanan yang Dapat Membantu Tumbuh Kembang
Bagi para anak yang menderita autis, tentunye memerlukan penanganan yang baik dan tepat. Dimana salah satu cara untuk mengatasi autis yaitu dengan melakukan pola nutrisi yang baik. Ada beberapa makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh para penderita dan ada jenis makanan yang sebaiknya tidak baik untuk dikonsumsi, seperti sebaiknya anda sebagai orang tua untuk memberikan jenis karbohidrat berupa beras merah atau beras putih. Anda juga perlu menghindari memberikan makanan jenis protein gluten misalnya terigu, oat, barley atau jenis olahan lainnya.

Selain itu, bagi penderita autis untuk menghindari jenis daging yang berwarna merah, misalnya seperti daging sapi, ayam negeri, teur ayam negeri atau jenis olahan lainnya seperti sosis, bakso, kornet dan lain sebagainya. Namun jenis protein yang baik untuk penderita autis yaitu ikan, ayam kampung, tahu atau tempe. Bukan hanya itu saja sebaiknya bagi penderita autis berhenti untuk mengkonsumsi lemak jenuh. Dan baiknya yang dikonsumsi oleh para penderita berupa essensial fatty acid seperti omega 3, DHA dan juga EPA.

Sedangkan untuk jenis buah – buahan sebainya anda sebagai orang tua membatasi jenis buah – buahan yang import misalnya seperti anggur, apel, pear dan lain – lain. Karena biasanya di dalam buah tersebut terkandung lapisan lilin yang mampu memicu terjadinya autis. Sebaiknya pula bagi buah hati anda yang menderita autis sebaiknya anda mengkonsumsi buah pepaya dan nanas. Serta untuk lebih sering lagi mengkonsumsi vitamin B6 yang sangat baik untuk memperbaiki kerusakan pada bagian otak serta mampu memperbaiki sel – sel otak dan mampu memperbaiki fungsi dari otak buah hati anda.


EmoticonEmoticon