Kamis, 12 April 2018

Gejala Umum dan Cara Menangani Penyakit TBC pada Anak

gejala umum dan penanganan penyakit TBC pada anak
TBC yang terjadi pada anak bukanlah suatu penyakit yang menular hal ini karena kuman hanya akan berkembang biak pada kelenjar paru – paru sehingga tidak terbuka. Dimana hal ini tentunya akan berbeda bila dibandingkan dengan TBC pada orang dewasa yang dapat menular melalui kontak udara atau badan dengan penderitanya.

Tuberculosis atau sering disebut denga TBC merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan karena bakteri yang bernama Mycobacterium Tuberculosis. Dimana bakteri ini akan menginfeksi organ pernafasan anda, terutama pada bagian paru – paru. Namun TBC juga bukan saja menginfeksi organ pernafasan saja, pada bagian organ lain misalnya kulit serta selaput otak atau myelin juga mampu terinfeksi oleh bateri penyebab penyakit TBC tersebut. Tuberculosis mampu menyerang manusia tanpa harus memandang jenis kelamin atau bahkan usia sekalipun. Mulai dari usia bayi hingga manusia yang sudah memiliki usia lanjut dapat terkena penyakit TBC ini.

Ketika seseorang mengalami penyakit TBC dapat menyebabkan bagi penderitanya mengalami batuk yang tak juga kunjung reda. Selain itu batuk juga mampu disertai dengan keluarnya dahak. Virus TBC memang dapat ditularkan melalui udara, yaitu lebih tepatnya melalui percikan dahak yang bisa sampai kepada orang lain. Terutama pada anak – anak, mereka akan lebih rentan untuk tertular dan mengalami penyakit TBC terutama adalah ketika orang tua atau dewasa yang dekat atau berada disekitar mereka memang telah terinfeksi virus TBC ini.

Memang gejala dari penyakit TBC yang terjadi pada anak – anak akan lebih sulit untuk diketahui bila dibandingkan dengan orang dewasa. Tidak semua dari gejala – gejala umum yang terjadi pada penyakit TBC yang ditujukan pada anak menyatakan bahwa anak tersebut positif terjangkit penyakit TBC. Oleh karena hal inilah yang membuat banyak anak yang memang terserang virus TBC terlambat untuk mendapatkan penanganan.

Gejala Umum Penyakit TBC pada Anak


  • Demam 

Gejala yang dirasa paling umum dan pasti muncul adalah terjadinya demam. Dimana timbulnya demam merupakan salah satu pertanda masa inkubasi dari basil penyebab dari penyakit TBC. Demam yang dialami oleh penderita umumnya tidak terlalu tinggi sehingga terkadang penderita hanya mengganggap hal tersebut adalah suatu hal yang biasa atau influenza biasa.

  • Berkurangnya Nafsu Makan

Gejala atau cara mengenali lainnya ketika anak anda mengalami penyakit TBC yaitu berkurangnya nafsu makan yang terjadi pada anak. Bahkan pada beberapa kasus anak yang menderita penyakit TBC tidak mau makan sama sekali. Sehingga karena anak berkurang nafsu makannya, mengakibatkan anak juga akan mengalami penurunan berat badan yang drastis. Gangguan pada gizi juga kerap terjadi hampir pada semua kasus TBC pada anak – anak. Sehingga hal tersebut akan berhubungan erat dengan rendahnya selera makan pada anak.

  • Badan Lemas dan Tidak Memiliki Daya atau Kekuatan

Sebagai seorang orang tua, anda juga harus sigap untuk mengenai apakah anak anda mengalami penyakit TBC atau tidak, hal ini karena memang tidak sedikit orang tua yang hanya mengira anaknya tidak memiliki nafsu makan yang baik namun tidak berusaha untuk mencari tahu penyebab seorang anak tidak memiliki nafsu makan. Kondisi lain adalah munculnya gejala tubuh anak anda yang mulai lemas dan tidak memiliki daya atau kekuatan. Anak akan nampak selalu kelelahan dan juga tidak bergairah dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan, selain itu anak juga mengalami pelambatan dalam beraktivitas serta anak terkesan lebih menutup diri.

  • Batuk Kronis yang Berulang

Gejala yang menjadi cukup khas untuk anda kenali kepada kasus TBC yang terjadi pada anak yaitu adanya batuk yang kronis serta terjadi secara berulang – ulang. Mengalami batuk dengan durasi yang lama ini tidak akan mengeluarkan dahak dan menjadi salah satu gejala dari serangan asma.

  • Diare

Selain itu ada gejala lain yang dapat anda kenali untuk mengetahui apakah anak anda mengalami penyekit TBC atau tidak yaitu dengan melihat apakah anak anda mengalami diare yang berulang – ulang. Dimana dengan tanda tersebut adalah menjadi salah satu pertanda bahwa seorang anak sedang mengalami  atau terkena penyakit TBC.

Cara Penanganan Penyakit TBC pada Anak

Bagi anak yang dengan kondisi gizi buruk atau sedang mengalami sistem imunitas yang lemah akan sangat rentan sekali untuk dapat tertular kuman atau virus TBC. Untuk upaya pencegahan yang lebih dini kepada anak, agar anak tidak terinfeksi oleh kuman dan virus TBC maka bagi orang tua disarankan untuk senantiasa memberikan vaksin BCG kepada anak, terutama ketika anak setelah dilahirkan maka wajib bagi anda sebagai orang tua untuk memberikan vaksin BCG.

TBC pada anak memang bukan menjadi penyakit yang menular, namun penyakit tersebut juga bisa menjadi berbahaya kepada anak apabila anda seorang orang tua tidak melakukan penanganan yang baik dan benar. Hal ini dapat terjadi karena kuman yang masuk ke dalam saluran nafas dapat menyebar ke bagian seluruh tubuh anak misalnya pada bagian selaput otak, hati, ginjal serta tulang. Namun, selama daya tahan tubuh dari anak masih dalam keadaan yang baik maka kuman atau virus TBC akan hanya mampu berdiam diri, dan baru akan bereaksi lagi ketika daya tahan tubuh anak akan menurun.

Penanganan terkini penderita penyakit TBC pada anak dimulai dengan mendiagnosis TBC yang terjadi pada anak. Namun sebenarnya hal ini sulit untuk mendapatkan diagnosa yang tepat terutama pada anak – anak yang masih dalam usia kecil. Padahal dengan melakukan diagnosis yang tepat menjadi hal yang sangat penting bagi anak untuk menemukan adanya Mycobacterium Tuberculosis yang sedang hidup dan aktif dalam tubuh anak anda yang diduga virus tersebut adalah penyakit TBC. Dimana cara yang paling mudah untuk mengenalinya yaitu dengan melakukan tes dahak. Namun hal ini tidak cukup dan tidak dapat dilakukan hanya dengan uji dahak saja, karena bagi anak yang menderita penyakit TBC biasanya akan mengalami batuk berdahak.

Oleh karena itu perlu dilakukan dengan cara yang lain untuk mendiagnosa kuman atau virus TBC yang terjadi pada anak, yaitu dengan melalui gambar klinis, foto rontgen pada bagian dada serta uji tuberculin atau uji mantoux. Apabila anda mengandalkan dari hasil foto rontgen dada, maka yang terjadi anda tidak anak menemukan diagnosa yang tepat karena memang perlu dilakukannya uji tuberculin. Nah, apabila hasil dari uji tuberculin anak anda menyatakan positif, maka hal tersebut baru dipastikan bahwa menunjukkan adanya infeksi TB pada diri anak anda.

Selain anda mengetahui mengenai penanganan terkini dari penyakit TBC yang terjadi pada anak, hal lain yang harus diperhatikan adalah masyarakat juga harus memahami benar bahwa penyakit TBC merupakan salah satu dari penyakit infeksi, dimana artinya tentu saja penyakit TBC ada sumber penularannya.


EmoticonEmoticon