Sabtu, 09 Desember 2017

Nilai-Nilai Dalam Hikayat

Nilai-Nilai Dalam HikayatArtikel ini relevan terhadap pertanyaan "jelaskan tentang macam-macam nilai hikayat dan contoh nilai-nilai hikayat". 

Dan bagi Anda yang ingin mengetahuinya, silakan baca artikel ini sampai tuntas.

Hikayat memiliki banyak nilai kehidupan. Nilai kehidupan yang dimaksud yaitu kejadian yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang kemudian berguna sebagai bahan pembelajaran bagi pembacanya. Nilai-nilai kehidupan tersebut bisa berupa nilai religius (agama), moral, budaya, sosial, edukasi (pendidikan), dan estetika (keindahan).


Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Hikayat


Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam hikayat mencakup beberapa hal, meliputi:

  1. Nilai
  2. Konsep Nilai
  3. Kutipan Teks
  4. Agama

Berdo'a kepada Tuhan dengan memohon dan bersedekah supaya dimudahkan dalam segala urusan. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca do'a Qunut dan melakukan sedekah kepada kaum fakir miskin.

Menyerahkan semuanya kepada Tuhan setelah berusaha. Maka, ia pun menyerahkan dirinya kepada Tuhan yang maha Esa dan berjalan dengan sekuatnya.

Sosial

Tidak melihat status perbedaan sosial. Anak kembar menolak dengan mengatakan bahwa dia adalah hamba yang hina. Tetapi, tuan putri menerimanya dengan senang hati.

Membantu orang-orang yang sedang dalam kesulitan. Dengan segera Kumbara mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu pun dibunuhnya.

Budaya

Pangeran ditunjuk berdasarkan keturunan dan pangeran yang memiliki putra lebih dari satu selalu mencari tahu siapa yang paling gagah dan pantas untuk menjadi penggantinya. Maka, baginda pun menjadi bimbang, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena kedua anaknya sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, maka dialah yang patut menjadi raja di negeri tersebut.

Mencari jodoh untuk putrinya dengan cara mengadakan sayembara. Adapun raja yang tegas itu takluk kepada Darma dan akan menyerahkan putrinya, Putri Dewi Kartika sebagai upeti. Kalau tidak demikian, negeri itu akan dimusnahkan.

Untuk menunjukkan yang paling tangguh dan terhebat. Oleh Darma ditambahkannya bahwa Raja yang tegas itu sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Darma itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang sungguh ayu parasnya itu. "Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, dialah yang akan menjadi suami tuan putri”.

Moral

Enggan bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu. Hatta datanglah ke Sembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu.

Kewajiban belajar ilmu agama sejak usia dini. Maka, anak baginda yang dua orang itu pun menginjak usia tujuh tahun dan di titahkan pergi mengaji kepada Mualim. Setelah tahu mengaji, mereka di titah pula mengaji kitab Usul, Fiqih, hingga tafsir sekalian diketahuinya.


Nah, demikianlah ulasan mengenai nilai-nilai dalam hikayat yang mencakup nilai religius, nilai moral, nilai budaya, nilai sosial,nilai edukasi, dan nilai estetika. Semoga artikel ini berguna bagi Anda.


EmoticonEmoticon