Dampak Negatif Pergaulan Bebas Bagi Remaja


pergaulan bebas
Gambar ilustrasi pergaulan bebas
Pergaulan dan lingkungan sejatinya memberikan dampak yang sangat luar biasa terhadap sikap dan pola pikir seseorang, khususnya kalangan remaja. Adapun salah satu hal yang paling mencemaskan adalah efek negatif dari pergaulan bebas yang semestinya harus dihindari oleh siapa saja, termasuk bagi kalangan remaja.

Pengertian Pergaulan Bebas


Berdasarkan terjemahan dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pergaulan berarti kehidupan berteman atau bermasyarakat. Sedangkan bebas adalah lepas dan tidak terhalang, sehingga dapat berbicara, bergerak, dan berbuat sesuatu dengan leluasa, tanpa terikat oleh aturan.

Dari kedua makna tersebut kemudian dapat ditarik kesimpulan, bahwa arti pergaulan bebas adalah sebuah perilaku pertemanan yang tidak terikat oleh aturan dan norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat, dalam hal ini adalah adat ketimuran yang sangat menjunjung tinggi norma kesusilaan.

Adapun jika dilihat dari segi agama, pergaulan bebas berarti suatu bentuk pergaulan yang tidak menjadikan ajaran agama sebagai dasar, atau dengan kata lain tidak sesuai dengan ajaran agama.

Webster mengatakan bahwa terdapat dua jenis pergaulan, yaitu pergaulan normatif (taat aturan) dan pergaulan non normatif (bebas aturan).

Pergaulan normatif adalah jenis pergaulan yang patuh dan terikat oleh norma sosial yang berlaku di masyarakat. Sedangkan arti pergaulan non-normatif atau pergaulan bebas adalah, interaksi sosial dan perilaku diluar norma yang berlaku di masyarakat, atau "bebas dari aturan".

Faktor-faktor Penyebab Pergaulan Bebas Terjadi Dikalangan Remaja

Ada banyak sebab remaja melakukan pergaulan bebas. Penyebab tiap remaja mungkin berbeda tetapi semuanya berakar dari penyebab utama yaitu kurangnya pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan/agama dan ketidakstabilan emosi remaja. Hal tersebut menyebabkanperilaku yang tidak terkendali, seperti pergaulan bebas. Berikut ini di antara penyebab maraknyapergaulan bebas di Indonesia:

1. Sikap mental yang tidak sehat
Sikap mental yang tidak sehat membuat banyaknya remaja merasa bangga terhadap pergaulanyang sebenarnya merupakan pergaulan yang tidak sepantasnya, tetapi mereka tidak memahamikarena daya pemahaman yang lemah. Dimana ketidakstabilan emosi yang dipacu denganpenganiayaan emosi seperti pembentukan kepribadian yang tidak sewajarnya dikarenakantindakan keluarga ataupun orang tua yang menolak, acuh tak acuh, menghukum, mengolok-olok,memaksakan kehendak, dan mengajarkan yang salah tanpa dibekali dasar keimanan yang kuatbagi anak, yang nantinya akan membuat mereka merasa tidak nyaman dengan hidup yangmereka biasa jalani sehingga pelarian dari hal tersebut adalah hal berdampak negatif, contohnyadengan adanya pergaulan bebas.

2. Pelampiasan rasa kecewa
Yaitu ketika seorang remaja mengalami tekanan dikarenakan kekecewaannya terhadap orangtua yang bersifat otoriter ataupun terlalu membebaskan, sekolah yang memberikan tekanan terus menerus (baik dari segi prestasi untuk remaja yang sering gagal maupun dikarenakan peraturanyang terlalu mengikat), lingkungan masyarakat yang memberikan masalah dalam sosialisasi,sehingga menjadikan remaja sangat labil dalam mengatur emosi, dan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di sekelilingnya, terutama pergaulan bebas dikarenakan rasa tidak nyaman dalam lingkungan hidupnya.

3. Kegagalan remaja menyerap norma dan pendidikan agama
Hal ini disebabkan karena norma-norma yang ada sudah tergeser oleh modernisasi yang sebenarnya adalah westernisasi dan bisa juga karena factor keluarga yang kurang memberikan pendidikan agama, sehingga begitu lemahnya iman seorang remaja yang menjadikan mereka gampang terpengaruh oleh pergaulan bebas dalam lingkungannya tersebut.

4. Lingkungan Tempat Tinggal yang Kurang Baik
Masa remaja adalah masa dimana suatu anak masih mencari jati diri mereka yang sebenarnya, masa ini masa yang sangat rentan dan harus terus di control oleh para orang tua kepada anak mereka. Remaja yang tidak dapat memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua yang tidak memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul. Karena remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Dampak Negatif Dari Pergaulan Bebas


Istilah pergaulan bebas di Indonesia mulai banyak digunakan sejak pertengahan tahun 60-an. Pada masa itu, era globalisasi menjadikan budaya barat dapat dengan mudah masuk ke Indonesia. Terutama informasi dari dunia hiburan, seperti film dan musik, yang disebarkan melalui media cetak dan elektronik.

Konsumsi informasi oleh masyarakat tersebut telah memberikan dampak positif dan negatif. Dampak negatif terjadi karena remaja Indonesia tidak mampu menyaring deretan informasi yang mereka terima. Mereka menelannya secara mentah-mentah, tanpa mempedulikan norma sosial yang berlaku di masyarakat.

Jika hal tersebut dibiarkan, maka bangsa Indonesia akan semakin jauh tertinggal. Karena remaja sebagai generasi penerus bangsa terjebak dalam pergaulan negatif yang dapat menghancurkan masa depannya.

Berikut ini adalah beberapa contoh nyata dampak buruk dari pergaulan bebas bagi remaja:

  1. Ancaman Kesehatan
  2. Hamil Sebelum Waktunya
  3. Prestasi Belajar Buruk
  4. Buruk dimata masyarakat
  5. Tersandung masalah hukum

Cara Menghindari Pergaulan Bebas


Sungguh besar dampak negatif dari pergaulan bebas pada pelajar dan remaja menjadi satu keresahan tersendiri bagi orangtu dan sekolah, pergaulan bebas telah sangat berpengaruh terhadap prestasi pelajar. Oleh karena itu tindakan perlindungan dari sekolah dan orang tua harus dilakukan. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk oleh orang tua dan sekolah adalah sebagai berikut:

  • Penanaman nilai-nilai agama yang kuat terhadap didalam lingkungan keluarga sangat efektif untuk menangkis pengaruh negative dalam bentuk apapun.
  • Penggeledahan dan razia pada ponsel siswa, secara rutin oleh pihak sekolah untuk tindakan preventif.
  • Sekolah mengarahkan siswa untuk melakukan lebih banyak kegiatan positif dengan lebih banyak mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, seperti: Paskib, Pramuka, robotic, MIPA, olahraga, dan lain-lain
  • Orangtua lebih banyak memberi perhatian terhadap anak, melalui arahan dan dukungan untuk berpretasi, dalam berbagai bidang seperti, musik, olahraga, otomotif, elektronik dan berbagai prestasi lain.

Baca: Dampak negatif Bullying

Demikian ulasan mengenai pengertian pergaulan bebas, faktor penyebab pergaulan bebas, dampak negatif dari pergaulan bebas serta beberapa cara untuk dapat menghindari pergaulan bebas. Semoga artikel ini dapat memberikan masukan positif kepada Anda.


Share on Google Plus

About Arie Tarim

Artikelmanfaat.com adalah sebuah situs blog berisi artikel bermanfaat yang mencakup berbagai tema yang dapat dijadikan sebagai referensi serta informasi

0 komentar:

Posting Komentar