Jenis Imunisasi dan Manfaatnya


Jenis Imunisasi dan Manfaatnya
Imunisasi merupakan usaha yang dilakukan oleh manusia yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kelangsungan hidup manusia.

Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi disebut juga dengan vaksinasi, yaitu pemberian vaksin ke dalam tubuh dengan tujuan memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu. Di Indonesia, imunisasi mulai diadakan pada tahun 1956.

Pihak PBB atau Perserikatan Bangsa – Bangsa bersama WHO yang merupakan badan kesehatan dunia telah menghimbau ke seluruh negara di dunia untuk melakukan gerakan imunisasi rutin. Pemerintah Indonesia sendiri juga ikut melakukan gerakan ini dengan kegiatan yang diberi nama Pekan Imunisasi. Pekan Imunisasi dijalankan oleh IDAI yaitu Ikatan Dokter Anak Indonesia yang mana mereka telah membuat jadwal untuk semua daerah di Indonesia. Maka dari itu anda pasti selalu melihat banyak spanduk yang ditempelkan untuk mengenalkan gerakan ini sejak dulu di berbagai tempat.

Baca juga artikel : Manfaat Buah Sirsak

Mengapa Imunisasi Dasar Penting Untuk Diberikan?

Imunisasi diberikan agar bayi siap dengan lingkungan baru (luar kandungan) karena tidak ada lagi kekebalan tubuh alami yang di dapatkan dari ibu seperti saat masih dalam kandungan. Jika tidak dilakukan vaksinasi dan kemudian terkena kuman yang menular, kemungkinan tubuhnya belum kuat melawan penyakit tersebut.

Jenis Imunisasi

Imunisasi di bagi menjadi dua yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif.

  • Imunisasi Aktif 

Imunisasi aktif merupakan pemberian zat sebagai antigen yang diharapkan akan terjadi suatu proses infeksi buatan sehingga tubuh mengalami reaksi imunologi spesifik yang akan menghasilkan respons seluler dan humoral serta dihasilkannya sel memori, sehingga apabila benar-benar terjadi infeksi maka tubuh secara cepat dapat merespon.

Kekebalan bisa terbentuk saat seseorang terinfeksi secara alamiah oleh bibit penyakit atau terinfeksi secara buatan saat diberi vaksinasi. Kelemahan dari kekebalan aktif ini adalah memerlukan waktu sebelum sipenderita mampu membentuk antibodi yang tangguh untuk melawan agen yang menyerang. Keuntungannya daya imunitas biasanya bertahan lama bahkan bisa seumur hidup.

Kekebalan yang terbentuk setelah tubuh mengalami penyakit menular tertentu, misalnya campak. Pada saat bayi lahir ia dibekali dengan sistem kekebalan tubuh bawaan dari ibunya. Inilah yang kita sebut sebagai kekebalan pasif alamiah. Kekebalan jenis ini sangat tergantung pada kekebalan yang dipunyai ibu.

  • Imunisasi pasif 

Imunisasi pasif adalah pemberian zat yang dihasilkan melalui suatu proses infeksi yang dapat berasal dari plasma manusia atau binatang yang digunakan untuk mengatasi mikroba yang diduga sudah masuk dalam tubuh yang terinfeksi. Kekebalan pasif terjadi bila seseorang mendapatkan daya imunitas dari luar dirinya.

Jadi tubuh sendiri tidak membentuk sistem kekebalan tersebut. Kekebalan jenis ini bisa didapat langsung dari luar atau secara alamiah. Keunggulan dari kekebalan pasif yaitu langung dapat dipergunakan tanpa menunggu tubuh penderita membentuknya. Kelemahannya adalah tidak dapat berlangsung lama. Kekebalan jenis ini memang biasa hanya bertahan beberapa minggu sampai satu bulan saja.

Kekebalan yang terbentuk setelah dengan sengaja memasukkan vaksinasi ke dalam tubuh, misalnya : hepatitis B, DPT, Polio. Pada keadaan ini daya imunitas diperoleh dari luar. Kelebihanya dapat langsung dipergunakan tubuh untuk melawan bibit penyakit, tapi sayangnya kekebalan jenis ini biasanya mempunyai waktu efektif yang pendek.

Imunisasi Dasar Yang Diwajibkan Pemerintah

Ada 5 jenis imunisasi dasar yang diwajibkan pemerintah dan harus diperoleh bayi sebelum usia 1 tahun yaitu : Imunisasi BCG, Imunisasi DPT, Imunisasi polio, Imunisasi Campak, Imunisasi Hepatitis B.

  • Imunisasi BCG

Imunisasi BCG adalah imunisasi yang diberikan untuk menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit TBC. Pemberian imunisasi BCG dan usia pemberian, frekuensi pemberian imunisasi BCG adalah 1 kali dan tidak perlu di ulang (boster), karena vaksin BCG berisi kuman hidup sehingga antibodi yang dihasilkan tinggi terus. Nah cara pemberian imunisasi BCG  adalah melalui intradermal dengan lokasi penyuntikan pada lengan kanan atas (sesuai anjuran WHO) atau penyuntikan pada paha.

Tanda keberhasilan, adalah timbulnya indurasi (benjolan) kecil dan eritema (merah) didaerah beks suntikan setelah 1 atau 2 minggu kemudian yang berubah menjadi pustula, kemudian pecah menjadi ulkus (luka). tidak menimbulkan nyeri dan panas. luka ini akan sembuh sendiri dan meninggalkan tanda parut. Kontra indikasi imunisasi BCG adalah imunisasi ini tidak dapat diberikan pada anak yang berpenyakit TB atau menunjukan uji Mantoux positif.

  • Imunisasi Polio

Imunisasi polio adalah imunisasi yang diberikan untuk menimbulkan kekebalan terhadap penyakit poliomielitis, yaitu penyakit radang yang menyerang saraf dan dapat mengakibatkan kelumpuhan. Waktu pemberian adalah pada bayi usia 0-11 bulan, namun biasanya pemberian vaksin DPT.

Cara pemberian imunisasi polio melalui oral /mulut. Efek samping imunisasi polio, hampir tidak ada efek samping, hanya sebagian kecil yang mengalami pusing, diare ringan, dan sakit otot, itupun sangan jarang.

  •  Imunisasi DPT

Pengertian imunisasi DPT adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Pemberian imunisasi dan usia pemberian, imunisasi DPT diberikan sebanyak 3 kali yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan. Cara pemberiannya adalah disuntikan melalui intamuskuler(IM).

Efek samping Imunisasi DPT biasanya adalah hanya demam dan rewel selama 1-2 hari, kemerahan, pembengkakan, agak nyeri atau pegal-pegal pada daerah penyuntikan yang akan hilang sendiri dalam beberapa hari. Bila demam dapat diberikan penurun panas. kontra indikasi, imunisasi DPT tidak dapat diberikan pada bayi yang sedang demam, mudah kejang, dan menderita infeksi otak.  

  • Imunisasi Campak

Pengertian Imunisasi Campak adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit campak pada anak karena penyakit ini sangat menular. Pemberian imunisasi dan usia pemberian, frekuensi pemberian imunisasi campak adalah 1 kali dan diberikan pada usia bayi 9 bulan. Kemudian cara pemberiannya adalah melalui suntikan subkutan.

Efek samping imunisasi, jarang terjadi reaksi akibat imunisasi, namun kadang terjadi demam ringan dan efek kemerahan/ bercak merah pada pipi dibawah telinga pada hari ke 7-8 setelah penyuntikan.
kontra indikasi imunisasi campak, adalah infeksi akut yang disertai demam, TBC tanpa pengobatan, dan kekurangan gizi berat.

  • Imunisasi Hepatitis B

Pengertian imunisasi hepatitis B adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit hepatitis B yaitu penyakit infeksi yang dapat merusak hati. Pemberian imunisasi dan usia pemberian, sebaiknya diberikan dalam 12 jam setelah kelahiran dengan syarat kondisi bayi adalah stabil, tidak ada gangguan paru-paru dan jantung, dilanjutkan pada usia 1 bulan, dan usia 3-6 bulan.

Kemudian cara pemberian imunisasi hepatitis B, adalah melalui intra muskuler(IM). Efek samping imunisasi hepatitis B, umumnya tidak terjadi, kalau pun terjadi (namun sangat jarang) berupa nyeri pada tempat penyuntikan atau demam ringan namun akan menghilang dalam 2 hari

Jadwal pemberian imunisasi dasar

  • 0-7 hari :HBo
  • 1 bulan :BCG, polio 1
  • 2 bulan :DPT/HBo1, polio 2
  • 3 bulan :DPT/HBo2, polio 3
  • 4 bulan :DPT/HBo3, polio 4
  • 9 bulan :campak


Efek Samping Pemberian Imunisasi

Terkadang imunisasi dapat mengakibatkan efek samping. Namun kamu tidak perlu khawatir karena hal ini merupakan tanda baik yang membuktikan vaksin betul-betul bekerja secara tepat. Bagi kamu para orang tua yang memiliki anak bayi atau balita dan ingin mengimunisasi buah hati kamu, jadi tidak perlu khawatir, karena efek samping yang ditimbulkan setelah imunisasi tidaklah berbahaya.

Selain itu tidak semua anak akan mengalami demam setelah imunisasi karena hal ini juga dipengaruhi oleh daya tahan tubuh anak. Oleh karena itu, sebelum membawa anak anda untuk diimunisasi, pastikan terlebih dahulu buah hati kita berada dalam kondisi yang sehat dan siap untuk diimunisasi.

Nah berikut ini merupakan beberapa efek dampak imunisasi yang umum terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

  • BCG

Efek samping dari imunisasi BCG adalah dua minggu setelah imunisasi terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan, seterusnya timbul bisul kecil dan menjadi luka parut.

  • DPT

Umumnya bayi menderita panas sore hari setelah mendapatkan imunisasi, tetapi akan turun dalam 1 – 2 hari. Di tempat suntikan merah dan bengkak serta sakit, walaupun demikian tidak berbahaya dan akan sembuh sendiri.

  • Campak

Efek samping yang ditimbulkan setelah melakukan imunisasi campak biasanya adalah panas dan umumnya disertai kemerahan yang timbul 4 – 10 hari setelah penyuntikan.


Share on Google Plus

About Arie Tarim

Artikelmanfaat.com adalah sebuah situs blog berisi artikel bermanfaat yang mencakup berbagai tema yang dapat dijadikan sebagai referensi serta informasi

0 komentar:

Posting Komentar