Bahaya Penyakit Toxoplasma


Bahaya Penyakit Toxoplasma
Kucing merupakan salah satu binatang yang paling sering dipelihara oleh orang-orang karena tingkahnya yang sangat menggemaskan. Apalagi dengan beragam jenis ras kucing yang ditawarkan, binatang ini akhirnya mampu membuat orang-orang tertarik untuk memeliharanya.

Akan tetapi dibalik tingkah yang menggemaskan itu, ternyata memelihara kucing dapat menimbulkan resiko yang berbahaya terhadap manusia. Bahaya bulu kucing yang kita pelihara ternyata berdampak pada kesehatan tubuh.

Salah satunya adalah penyakit toksoplasmosis. Penyakit ini adalah infeksi pada manusia yang ditimbulkan oleh parasit Toxoplasma gondii (T. gondii), yang keberadaannya cukup umum di seluruh dunia. Orang dewasa dengan tingkat kesehatan baik mungkin tidak memerlukan perawatan medis apa pun untuk sembuh dari serangan toksoplasmosis.

Toxoplasma juga dapat menyerang ibu hamil. Hal ini menjadi salah satu penyebab keguguran berulang dan berbagai gangguan kehamilan yang lain. Pada dasarnya toxoplasma merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari jenis parasit Toxoplasma gondii. Sebenarnya parasit ini berkembang dalam tubuh kucing, burung dan berbagai jenis mamalia. Kemudian parasit bisa menular cepat ke manusia. Pada awal infeksi biasanya orang tidak akan menyadari jika sudah terkena infeksi toxoplasma. Namun orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah bisa mengembangkan berbagai gejala yang serius. Efek ibu hamil yang menderita toxoplasma juga bisa menjadi penyebab janin cacat sejak dalam kandungan.

Nah oleh sebab itu, setelah kita menyentuh hewan atau segala sesuatu lainnya, kita perlu selalu mencuci tangan, agar tidak terinfeksi. Diketahui bahwa semakin tua usia kehamilan, semakin tinggi resiko terinfeksi parasit ini dan bisa saja penyakit toksoplasma bahkan tidak memberikan gejala sama sekali. Namun dikatakan bahwa infeksi toksoplasma bisa mengenai janin juga mencapai 40%. Oleh karenanya, walapun kadang tidak bergejala, namun infeksi ini dapat menyebabkan keguguran dan bayi cacat. Oleh karenanya, kita tetap perlu mengenali gejala yang bisa saja timbul akibat infeksi ini serta dampaknya pada janin.

Ketika parasit toksoplasma sudah masuk ke dalam tubuh seseorang, maka parasit itu akan membentuk kista dan beredar ke seluruh tubuh. Organ yang paling sering terinfeksi toksoplasma adalah otak, otot, dan jantung. Selama daya tahan tubuh seseorang itu baik, maka kista parasit tersebut akan tetap tidak aktif dan tidak akan menimbulkan gejala. Bahkan tubuh akan membentuk antibodi agar tidak terjadi infeksi toksoplasma berikutnya. Akan tetapi, apabila daya tahan tubuh menurun, maka kista tersebut akan aktif dan menimbulkan komplikasi serius.

Baca juga artikel : Manfaat Melakukan Chemical Peeling Pada Kulit Wajah

Mengapa Kucing Sering Menjadi Sumber Toxoplasma?

Banyak ibu hamil dan wanita yang sehat menjauhi kucing karena ada bahaya kucing bagi ibu hamil. Hal ini memang benar bahwa kucing bisa menularkan toxoplasma, tapi  bukan kucing melainkan kotoran kucing. Ketika kucing sering makan daging tikus, maka sebenarnya kista toxoplasma dalam tikus akan berpindah ke usus kucing. Kemudian dalam waktu beberapa minggu maka kista ini akan berkembang menjadi jutaan parasit yang kemudian keluar bersama kotoran kucing. Kista toxoplasma dalam kucing bisa bertahan hingga satu tahun atau lebih. Karena itu kucing sering dianggap sebagai penyebab toxoplasma.

Siapa yang paling beresiko terkena penyakit infeksi toksoplasma?

Seseorang beresiko terinfeksi toksoplasma di dalam tubuhnya karena disebabkan oleh berbagai hal, seperti :

  1. Terdapat kontak langsung dengan feses dari kucing yang mengandung parasit toksoplasma.
  2. Kucing liar yang menangkap tikus atau sering mengkonsumsi daging mentah beresiko tinggi mengandung parasit toksoplasma di dalam tubuhnya.
  3. Makan dan minum dari makanan dan minuman yang terkontaminasi parasit.
  4. Daging domba, daging babi, dan daging rusa mudah terkontaminasi parasit, oleh sebab itu harus dimasak dengan optimal untuk menghindarinya.
  5. Perabot rumah tangga yang terkontaminasi, seperti pisau dapar, papan potong, dan alat-alat masak yang bersentuhan langsung dengan daging yang terkontaminasi.
  6. Mencuci buah-buahan dan sayur-sayuran tidak bersih.
  7. Melakukann transplantasi organ atau transfuse darah yang mengandung parasit toxoplasmosis.


Diagnosis Toksoplasma

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien.

Berikut ini adalah cara untuk mendiagnosis toksoplasmosis.

  • Tes darah

Meskipun terinfeksi, tes darah penderita bisa saja menunjukkan hasil negatif. Ini berarti tubuh penderita belum mulai memproduksi antibodi untuk parasit T. gondii. Tes perlu diulang beberapa minggu kemudian karena antibodi baru terbentuk 3 minggu setelah terinfeksi.  Tapi pada kebanyakan kasus, hasil negatif pada tes darah juga bisa berarti seseorang belum pernah terinfeksi sehingga belum kebal terhadap toksoplasmosis.

Hasil tes darah positif berarti seseorang dalam keadaan terinfeksi toksoplasmosis aktif, atau pernah terinfeksi sebelumnya, dan kebal terhadap toksoplasmosis. Tes tambahan diperlukan untuk menentukan sejak kapan infeksi berlangsung.

  • Tes pada ibu hamil

Jika seseorang sedang mengandung dan hasil tes darah menunjukkan dirinya terkena infeksi toksoplasmosis positif, maka ada beberapa tes untuk memeriksa apakah infeksi juga menular pada janin. Beberapa tes tersebut adalah:

Amniosintesis
Pada prosedur ini, dokter akan mengambil sampel air ketuban penderita saat usia kehamilan di atas 15 minggu. Dengan tes ini bisa segera diketahui apakah janin terinfeksi atau tidak.

Uji Ultrasound
Pada pengujian ini, dokter akan melihat akibat  infeksi pada janin seperti adanya kumpulan cairan pada otak (hidrosefalus). Bila ternyata janin tampak normal, maka perlu dilakukan beberapa pemeriksaan pada bayi setelah lahir.

Setelah proses melahirkan, bayi akan menjalani pemeriksaan untuk melihat adanya kerusakan dari infeksi, serta tes darah untuk memastikan apakah bayi masih mengidap infeksi.

  • Tes Pencitraan

Jika infeksi toksoplasmosis menyebabkan penderita terkena komplikasi  yang cukup serius, maka dibutuhkan pemeriksaan tambahan untuk mengidentifikasi adanya kerusakan jaringan atau kista pada otak. Pemeriksaan tambahan yang diperlukan antara lain tes pencitraan MRI dan biopsi otak.

Gejala Toksoplasma

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Toksoplasmosis memiliki beberapa gejala umum, yaitu:

Pada manusia sehat
Gejala pada manusia sehat antara lain demam tinggi, nyeri otot, kelelahan, radang tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening.

Pada ibu hamil
Gejala selanjutnya adalah pada ibu hamil. Penyakit ini biasanya akan menyebabkan gangguan kehamilan seperti keguguran, kelahiran mati, atau toksoplasmosis kongenital yang menimbulkan kerusakan otak, hilang pendengaran, dan gangguan penglihatan pada bayi pada saat atau beberapa bulan atau tahun  setelah dilahirkan.

Pada penderita gangguan sistem kekebalan tubuh
Yang terakhir adalah gejala pada penderita gangguan sistem kekebalan tubuh. Gejala infeksi toksoplasmosis adalah sakit kepala, kebingungan, kurangnya koordinasi tubuh, kejang, kesulitan bernapas, dan gangguan penglihatan.

Apa yang terjadi pada ibu hamil dengan infeksi toksoplasma?

Pada wanita hamil yang terinfeksi toksoplasma, maka bayi yang dilahirkannya dapat tertular juga, disebut sebagai congenital toxoplasmosis. Toksoplasmosis pada bayi dapat menimbulkan komplikasi yang serius; meskipun pada ibu, toksoplasmosis bisa saja tidak menimbulkan gejala apapun. Apabila infeksi toksoplasma terjadi pada trimester pertama kehamilan, maka resiko terjadi penularan pada bayi berkurang. Akan tetapi apabila infeksi toksoplasma terjadi pada trimester ketiga kehamilan, maka resiko bayi tertular toksoplasma semakin besar.

Seringkali bayi yang tertular toksoplasmosis akan lahir mati atau ibu mengalami keguguran. Apabila bayi yang dilahirkan tetap dapat bertahan hidup, maka akan mengalami permasalahan klinis yang serius, seperti : kejang-kejang, pembesaran hati dan limpa, jaundice atau penyakit kuning, dan infeksi mata yang berat. Komplikasi yang disebabkan oleh toksoplasmosis jarang terjadi, apabila seseorang memiliki daya tahan tubuh yang sehat. toksoplasma yang menyerang retina mata dapat menyebabkan kebutaan apabila tidak ditangani dengan tepat. Pada pasien HIV/AIDS, toxoplasmosis biasanya bersifat fatal. Parasit toksoplasma dapat masuk ke otak dan menimbulkan peradangan otak, yang disebut encephalitis.


Share on Google Plus

About Arie Tarim

Artikelmanfaat.com adalah sebuah situs blog berisi artikel bermanfaat yang mencakup berbagai tema yang dapat dijadikan sebagai referensi serta informasi

0 komentar:

Posting Komentar