Bahaya Mengonsumsi Sate Secara Berlebihan


Bahaya Mengonsumsi Sate Secara Berlebihan
Kamu tentu pernah mengonsumsi sate bukan? Ya sate adalah salah satu makanan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Namun tahukah kamu bahwa sate memiliki efek samping jika kamu mengonsumsinya secara berlebihan? Nah artikel ini akan membahas mengenai bahaya sate jika dikonsumsi secara berlebihan.

Sate merupakan makanan lezat yang berasal dari Indonesia yang diolah dengan cara dibakar. Selain sate, baik itu sate kambing atau sate ayam, juga ikan bakar dan ayam bakar adalah makanan yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi terlalu sering.

Mengapa demikian? Pakar kesehatan menyebutkan bahwa makanan yang diolah dengan cara dibakar tidak boleh dikonsumsi berlebihan. Saat bahan makanan dibakar, apalagi yang terdiri dari daging, maka struktur proteinnya akan berubah.

Dibalik kenikmatan sate ternyata ada bahaya yang mengancam. Sate mengandung zat berbahaya yaitu zat karsinogenik, Hal ini karena proses pembakaran sate pada suhu tinggi dan akan membentuk kelompok senyawa polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH). Komponen PAH merupakan kelompok senyawa yang terbentuk akibat pembakaran yang tidak sempurna dari zat-zat anorganik seperti arang, maupun minyak. Dalam daging yang dipanggang, PAH terbentuk saat lemak daging menetes di atas arang, kemudian menyatu dalam asap dan menempel pada daging (Benford et al., 2010).

Baca juga artikel : Cara Mengobati Sariawan Dengan Cepat

Apa Saja Bahaya Mengonsumsi Sate?

  • Menyebabkan Kanker
Bahaya yang pertama adalah dapat menyebabkan kanker. Nah untuk kamu yang terlalu sering mengkonsumsi makanan yang dibakar akan meningkatkan resiko terkena penyakit kanker, terutama kanker saluran cerna bagian atas. Seperti yang kita ketahui jenis kanker ini dapat tumbuh dan berkembang pada kerongkongan bahkan rongga mulut. Penelitian terbaru juga menemukan bahwa makanan yang dibakar akan beresiko menyebabkan tumbuhnya penyakit kanker lambung apabila dikonsumsi dalam jangka panjang.

  • Makanan dibakar sebabkan keriput
Bahaya yang kedua adalah menyebabkan keriput pada wajah. Para ilmuwan Inggris telah menemukan bahwa makanan yang diproses dengan cara dibakar memiliki molekul berbahaya bernama Advanced Glycation End (AGE). Pada wanita, AGE memberi pengaruh yang besar, yaitu menyebabkan penuaan dini seperti munculnya keriput di usia muda merupakan salah satu efek buruknya, dilansir oleh Genius Beauty.

Proses keriput ini terjadi karena AGE dapat mempercepat proses glikosilasi dalam tubuh. Proses glikosilasi adalah proses melimpahnya glukosa dalam darah dan menyebabkan kerusakan sel. Selain itu, glikosilasi dapat menyebabkan peradangan dan penyumbatan pembuluh darah.

  • Memicu Penyakit Jantung
Bahaya yang ketiga adalah memicu penyakit jantung. Kolesterol dalam tubuh atau saluran darah tentunya akan meningkat seiring dengan konsumsi daging yang kamu makan. Lemak - lemak tak jenuh inilah yang nantinya berpotensi menghambat kerja saluran darah menuju ke jantung. Sehingga menyebabkan resiko terkena penyakit jantung ini menjadi lebih besar.

  • Penyebab Menyebabkan Asam Lambung Naik
Makanan yang dibakar sulit untuk dicerna sehingga akan menyebabkan kinerja lambung menjadi berat. Hal ini merupakan menjadi pantangan  bagi orang yang memiliki penyakit lambung dan maag. Sehingga makanan itu bisa menyebabkan asam lambung menjadi naik.

Nah itulah beberapa resiko penyakit yang mengancam kesehatan jika kamu selalu mengkonsumsi makanan yang dibakar. Tentunya kebiasaan mengkonsumsi mengolah atau mengkonsumsi makanan dengan cara dibakar merupakan kebiasaan yang tidak baik. Oleh karena itu, kita harus merubah kebiasaaan pengolahan makanan dengan cara direbus atau mengurangi konsumsi makanan yang dibakar.

Mengapa Makanan Yang Dibakar Berbahaya?

  • Mengandung Hidrokarbon dan Partikel Berbahaya
Alasan yang pertama adalah karena mengandung hidrokarbon dan partikel berbahaya. Apa sih penyebabnya? salah satu penyebabnya adalah pembakaran arang atau kayu apapun saat membakar sate, hal ini tentu akan menyebabkan pembentukan hidrokarbon dan partikel jelaga yang berbahaya untuk kesehatan kamu dan juga mencemari udara.

  • Memiliki Suhu Tinggi
Heterocyclic amines atau HCAs adalah senyawa kimia yang muncul dari daging yang diproses atau dimasak pada suhu tinggi. Daging yang dimasak sampai berubah warna menjadi kehitaman banyak mengandung HCAs. Oleh sebab itu untuk mengurangi risiko kanker, disarankan untuk memperhatikan suhu dan lama memasak.

Membakar daging dengan suhu lebih rendah lebih di anjurkan meski butuh waktu sedikit lebih lama dibandingkan jika nyala apinya panas. Namun dengan mengurangi panas, pembentukan HCA akan berkurang sangat signifikan.

Bagaimana Tips yang Aman Untuk Menghindari Hal yang Tidak Diinginkan?

Berikut ini adalah cara aman dalam mengkonsumsi dan mengolah makanan yang dibakar:
  • Hindari Bagian yang Gosong
Sebaik apapun perlindungan dari dalam maupun luar, namun jika kamu tetap saja mengkonsumsi olahan daging yang gosong atau terbakar maka sama saja kamu telah memasukkan racun kedalam tubuh kamu sendiri. Selain itu, pengolahan makanan yang paling baik dari segi kesehatan adalah dikukus atau direbus.

Meskipun demikian, kamu sesekali tetap boleh mengkonsumsi makanan yang dibakar dengan cara yang benar namun tetap harus diselingi dengan konsumsi buah dan sayuran supaya nutrisi yang masuk kedalam tubuh lebih seimbang. Kebiasaan mengonsumsi bagian gosong pada makanan yang di bakar akan meningkatkan resiko terkena kanker. Seperti yang kita ketahui bahwa mengolah makanan dengan cara dibakar, kemungkinan besar tetap akan membuat bagian tertetu menjadi gosong.

Daging merah, misalnya daging sapi, yang diolah dengan cara dibakar lebih memicu munculnya risiko kanker jika di bandingkan dengan daging putih seperti ikan atau daging ayam. Demikian juga cara memasaknya, jika terlalu matang maka peningkatan risiko kankernya cenderung semakin tinggi. Penyebabnya tidak lain yakni arang yang di gunakan untuk memanggang berbahaya untuk kesehatan Anda. Tentunya berbahaya jika prosedur pengolahan menggunakan arang tidak dilakukan dengan baik. Selain itu, hal lain yang harus diperhatikan ketika mengkonsumsi makanan yang dibakar adalah jaminan kebersihan pada makanan tersebut.

  • Konsumsi dengan Mentimun
Mentimun memiliki glutation, yang berfungsi sebagai penangkal efek radikal bebas di dalam tubuh, serta asam linoleat, dalam bijinya, yang bersifat antioksidan.

  • Konsumsi Tomat
Berkat likopen yang dikandung tomat, rupanya juga mampu berperan sebagai antioksidan kuat yang dapat melawan keliaran radikal bebas penyebab penyakit degeneratif atau kanker.

  • Matang
Daging yang mentah, setengah matang, atau belum terlalu matang adalah asupan yang harus dihindari, terutama bagi ibu hamil. Daging harus dimasak dengan benar-benar matang agar bakteri yang mungkin ada di daging, tidak berkembang dan masuk ke dalam tubuh. Daging yang telah diolah, namun masih terdapat warna merah atau merah muda di daging tersebut sebaiknya tidak dimakan.

Nah untuk olahan sate seperti sate kambing, warna coklat kehitaman bisa dijadikan tolak ukur, untuk kematangan daging tersebut.

  • Minum Teh setelah Makan Sate
Teh mengandung polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan, yang mampu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas.

  • Jangan Terlalu Sering
Mengkonsumsi makanan yang dipanggang boleh- boleh saja. Akan tetapi sebaiknya hanya  sesekali pada waktu- waktu tertentu seperti tahun baru ataupun saat berlibur. Asal dimasak dengan cara yang benar, tentunya makanan yang dibakar tidak menimbulkan bahaya yang dapat dirasakan seketika. Ada solusi yang disarankan oleh para ilmuwan untuk mencegah makanan yang dibakar menyebabkan kanker di dalam tubuh.

  • Menggunakan Api Kecil
Selain memilih daging yang mempunyai kadar lemak rendah, hal lain yang perlu diperhatikan yakni kondisi api yang digunakan untuk memasak. Meskipun kebanyakan orang beranggapan bahwa dengan menggunakan api besar maka proses memasak menjadi lebih cepat namun dengan beberapa pertimbangan nyatanya memasak dengan api yang terlalu tinggi merupakan salah satu penyebab gosongnya bagian luar daging. Meskipun begitu, bagian dalam daging biasanya masih mentah bahkan berdarah apabila potongan daging juga lumayan besar. Untuk itu, masaklah atau bakarlah daging dengan temperature sedang karena cara ini jauh lebih baik untuk mencegah terbentuknya zat karsinogen.

  • Konsumsi bersama Bawang
Supaya dampak buruknya bisa diminimalkan, konsumsilah sate bersama bawang, baik merah maupun putih, yang kerap disajikan, dalam bentuk acar.

  • Pilihlah daging yang sedikit atau tidak mengandung lemak
Yang terakhir adalah pilihlah daging yang sedikit atau tidak mengandung lemak. Nah jika kamu membelinya di supermarket yang besar biasanya sudah tersedia dengan label tanpa lemak. Jadi kamu tidak perlu susah payah memilih daging ini.


Share on Google Plus

About Arie Tarim

Artikelmanfaat.com adalah sebuah situs blog berisi artikel bermanfaat yang mencakup berbagai tema yang dapat dijadikan sebagai referensi serta informasi

0 komentar:

Posting Komentar