Perbedaan Syair dan Pantun


Perbedaan Syair dan Pantun
Di pelajaran sekolah tentunya kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah pantun dan syair. Lalu sebenarnya, apa perbedaan pantun dan syair? Seringkali kita dibuat bingung dengan kedua istilah tersebut. Kelihatannya sama namun ternyata berbeda. Walaupun demikian pantun dan syair tetap memiliki persamaan. Keduanya sama-sama sebuah karya sastra yang identik dengan orang melayu.

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas, materi ini akan terus dijumpai bahkan sampai ke jenjang Perguruan Tinggi jika kamu mengambil jurusan pendidikan, khususnya pendidikan Bahasa Indonesia. Ya, karena bisa dibilang kedua mata pelajaran ini sangat penting terutama untuk melatih kecakapan kita dalam berbahasa dan memahami sastra Indonesia.

Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Jenis jenis pantun yaitu pantun agama, adat, budi, jenaka, kepahlawanan, kias, nasehat, percintaan, peribahasa, perpisahan dan teka-teki.

Syair dan pantun merupakan 2 karya sastra yang telah ada sejak lama dalam kebudayaan masyarakat Melayu. Kedua karya sastra ini sering digunakan untuk menyampaikan suatu pesan melalui permainan sajak dan rima. Banyak di antara kita yang menganggap bahwa pantun dan syair adalah dua karya sastra yang sama. Akan tetapi, jika dirunut secara jeli keduanya ternyata memiliki beberapa perbedaan. Apa saja perbedaan pantun dan syair tersebut? Yuk ketahui jawabannya melalui artikel ini!

Baca juga artikel : Bahaya Mengonsumsi Micin/MSG Dalam Jangka Panjang

Pengertian Pantun

Pantun adalah salah satu sastra puisi lama yang berupa ungkapan perasaan seseorang yang mengandung ibarat atau perumpamaan, pantun terdiri atas empat larik/baris di mana dua baris awalnya merupakan sampiran dan dua baris akhirnya merupakan isi.

Sampiran adalah kata pengantar/pelengkap dari pantun, sampiran biasanya tidak ada hubungan dengan isi atau dua baris terakhir pantun.

Pantun bersajak akhir dengan pola a-b-a-b atau bisa juga a-a-a-a. Pada awalnya pantun hanya merupakan sastra lisan (Diucapkan) tapi sekarang dapat ditemukan pada sastra tertulis.

  • Jenis-Jenis Pantun

Berikut ini merupakan jenis-jenis pantun, antara lain :

  1. Pantun Agama
  2. Pantun Adat
  3. Pantun Budi
  4. Pantun Jenaka
  5. Pantun Kepahlawanan
  6. Pantun Kias
  7. Pantun Nasehat
  8. Pantun Percintaan
  9. Pantun Peribahasa
  10. Pantun Perpisahan
  11. Pantun Teka-teki


  • Bagimana contoh Pantun?

Mentari pagi tersenyum cerah
Kicauan burung pun terdengar merdu
Janganlah kamu mudah menyerah
Aku selalu bersama dirimu

Pengertian Syair

Syair adalah salah satu sastra puisi lama. Kata syair berasal dari bahasa Arab Syu’ur yang artinya “Perasaan”, kemudian Syu’ur berkembang menjadi Syi’ru yang artinya puisi. Syair merupakan puisi lama yang terdiri atas empat baris di mana keseluruhan baris adalah isi/maksud.

Hampir sama dengan pantun tetapi syair hanya bersajak akhir dengan pola a-a-a-a.

  • Jenis-Jenis Syair


  1. Syair Bidasari
  2. Syair Kerajaan Bima
  3. Syair Ken Tabuhan
  4. Syair Yatim Nestapa


  • Bagimana Contoh Syair?

Dipanggil kami orang sekalian
Oleh ibu bapakmu tuan
Serta diberi minum dan makan
Menyertakan syukur kepada Tuhan

Apa Persamaan Syair dan Pantun?

Berikut ini merupakan persamaan syair dan pantun, yaitu :

  1. Pantun dan syair sama-sama memiliki 4 baris dalam satu baitnya.
  2. Pantun dan syair sama-sama merupakan puisi lama yang mengandung makna menyindir, menasehati, atau membuat lelucon.
  3. Pantun dan syair sama-sama memiliki irama yang sesuai dengan sajak yang telah ada.
  4. Pantun dan syair sama-sama memiliki jumlah suku kata 8-10 suku kata per baris.

Apa Perbedaan Syair dan Pantun?
Setelah mengetahui persamaan syair dan pantun, berikut ini merupakan perbedaan syair dan pantun. Yuk simak berikut ini!

  1. Pantun baris pertama dan kedua disebut sampiran( pembayang ) dan baris ketiga dan keempat disebut isi ( maksud sampiran ), sedangkan syair keempat baris adalah arti/maksud si pengarang.
  2. Pantun terdiri sampiran dan isi, sedangkan syair tidak terdapat sampiran dan isi.
  3. Pantun berirama a-b-a-b/ a-a-a-a, sedangkan syair berirama a-a-a-a.
  4. Pantun bahasanya boleh campur-campur, sedangkan syair bahasanya harus sama.

Contoh Pantun Berdasarkan Jenisnya


  • Pantun Teka Teki

Jalan ke sawah bertemu pak tani
Pak Janaka itu namanya
Ada burung bulunya warna-warni
Coba tebak apa namanya?

Di istana ada patih
Ramah-ramah itu orangnya
Ada macan berwarna putih
Siapa tahu dari mana asalnya?


  • Pantun Jenaka

Naik sepeda sampai ke tambak
Dipinggir  tambak ada batu
Andy tertawa terbahak-bahak
Melihat kambing memakai sepatu

Ada sawah ada parit
Berdiri disana indah rasanya
Adik lari terbirit-birit
Melihat kucing tak ada giginya


  • Pantun Orang Tua

Pantun Nasihat

Makan nasi pakai ikan
Tambah sedikit sambal terasi
Belajar selalu jangan lupakan
Agar menjadi anak berprestasi

Pergi ke pasar naik dokar
tidak lupa membeli panci
Kalau kecil rajin belajar
saat besar senanglah nanti

Supaya tangan tidak terluka
jangan dikepit hulunya kapak
Supaya Tuhan tidak murka
jangan sakiti Ibu dan Bapak

Jika ingin membuat ketupat
Jangan lupa mencari janur
Jika ingin awat bersahabat
Pada teman haruslah jujur

Pantun Agama

Jalan-jalan ke pasar Lempuyang
Membeli kain walau sehelai
Jika ingin slalu disayang
Salat mengaji janganlah lalai


  • Pantun Anak Muda

Pantun Perceraian

Pergi ke pasar beli sajadah
Kaki berdarah terkena paku
Tanpa dirimu hatiku gundah
Engkau  telah pergi meninggalkanku

Pantun Kasih Sayang

Satu dua ikan teri
Tidak lupa minum jamu
Banyak perhatian yang kau beri
Membuat daku tak kan lepas darimu

Pantun Perkenalan

Pergi liburan ke Pekanbaru
Takkan terlupakan selamanya
Anak yang memakai baju biru
Tara pramesti itu namanya


  • Pantun Anak-Anak

Pantun Sukacita

Jalan-jalan ke Semarang
Hujan lebat disertai abu
Hari ini sangatlah senang
Keliling kota dengan ayah dan ibu

Pantun Dukacita

Lima hari lima malam
Mengelilingi desa dengan kuda
Hari-hariku terasa kelam
Karena bapak sudah tiada

Contoh Syair

Senang sekali rasa hatiku
duduk di bangku sekolah yang baru
aku punya teman-teman yang lucu
dan ibu guru yang suka membantu

Ketika aku bangun pagi
ku melihat ada matahari
bersinar terang sinari bumi
membawa rahmat hari ini

Indonesia negeri yang kucinta
Ramah penduduknya aman lingkungannya
Pemandangan tampak di mata
Sungguh indah tiada duanya

Indonesia negara yang merdeka
Walau banyak bermacam petaka
Yang datang tak terkira
Tetap jaya negara dan bangsa

Indonesia bumi pertiwiku
Tanah tumpah darahku
Semoga jaya selalu
Selama hayat dibadanku

Indonesia bumi kaya raya
Banyak tersimpan intan permata
Hutan gunung sawah dan samudera
Tidak habis sumber dayanya

Indonesia akan tetap jaya
Karena kerukunan selalu terjaga
Dengan Pancasila pemersatu bangsa
Aku bangga mejadi anak Indonesia

Indonesia negeri yang subur
Rakyat sejahtera dan makmur
Walau zaman semakin uzur
Indonesia tak akan hancur

Penutup

Dilihat dari contoh tersebut, cba kita perhatikan dengan seksama. Dari segi estetika syair lebih puitis. Keduanya pun memiliki dua bentuk yaitu tertulis dan lisan karena orang zaman dahulu lebih sering berpantun dan bersyair secara lisan. Namun seiring perkembangan zaman, pantun dan syair pun dituangkan dalam goresan pena sehingga bisa dibukukan dan dijadikan sebuah karya sastra bernilai tinggi.

Setelah dibahas mengenai kedua jenis sastra pantun dan syair, sekarang tentunya kamu lebih paham dan mudah membuat contoh keduanya kan? Perhatian saja aturan sajak, pola setiap barisnya serta perbedaan makna isi. Demikian pembahasan mengenai perbedaan pantun dan syair.


Share on Google Plus

About Arie Tarim

Artikelmanfaat.com adalah sebuah situs blog berisi artikel bermanfaat yang mencakup berbagai tema yang dapat dijadikan sebagai referensi serta informasi

0 komentar:

Posting Komentar