Penyebab, Ciri dan Cara Mencegah Panu


Penyebab, Ciri dan Cara Mencegah Panu
Penyakit panu adalah penyakit yang menyerang bagian kulit. Penyakit ini bisa diderita oleh siapa saja, baik itu laki-laki maupun perempuan, baik itu anak-anak, mudah maupun orang tua. Timbulnya penyakit ini disebabkan oleh jamur Pityrosporum ovale.

Panu adalah penyakit yang tidak begitu berbahaya namun jika dibiarkan akan sangat mengganggu. Bagi kamu yang suka memperhatikan penampilan, penyakit ini mungkin akan menjadi musuh utama yang harus segera dihilangkan. Panu akan merusak penampilan karena kulit akan timbul bercak-bercak berwarna putih, kadang juga berwarna coklat maupun merah. Rasanya sangat gatal apalagi jika sedang berkeringat. Penyakit panu bisa menular dari satu orang ke orang yang lain. Nama lain dari panu adalah tinea versicolor atau pityriasis versicolor.

Jika kita terkena panu, bercak-bercak di kulit bisa bertambah atau melebar seiring waktu. Selain menyebabkan kulit tampak berubah warna, panu juga dapat menyebabkan kulit penderita terasa gatal dan kasar (bersisik).

Bagian tubuh yang paling sering terkena panu adalah punggung, lengan atas, perut, dada, dan leher. Panu memang tidak berbahaya, namun  panu bisa mengganggu penampilan dan menyebabkan ketidaknyamanan akibat gejala gatal-gatalnya. Kamu bisa mengobati panu dengan menggunakan obat-obatan antijamur yang dijual bebas di apotek tanpa resep dokter. Namun jika pengobatan yang kamu lakukan sendiri di rumah tetap tidak membuahkan hasil atau panu malah makin menyebar ke seluruh tubuh, maka periksakan diri ke dokter. Selain itu, kamu juga disarankan menemui dokter jika pernah terkena panu dan panu tersebut kambuh lagi.

Baca juga artikel : Cara Paling Akurat Membedakan Madu Asli dan palsu

Bagaimanakah Ciri-ciri Panu yang Sebenarnya?

Mengenal Penyakit Panu dan Ciri-Cirinya memang telah dikenal luas oleh masyarakat, namun masih banyak yang keliru menganggap noda/bercak putih yang terlihat pada permukaan kulit ini adalah panu, padahal bukan. Nah Berikut ini adalah ciri-ciri panu yang harus kamu ketahui:

  1. Panu memiliki variasi warna, diantaranya warna putih, warna coklat, coklat hitam dan merah muda
  2. Panu tumbuh secara lambat, bersisik halus, dan terasa gatal
  3. Panu akan terlihat jelas saat terkena paparan sinar matahari
  4. Panu dapat tumbuh di semua permukaan kulit, namun banyak timbul di permukaan punggung, leher, dada dan lengan atas
  5. Panu kadang tidak disadari oleh penderita karena tidak terdapat keluhan

Obat Panu

Cara menghilangkan panu secara cepat adalah dengan melakukan pengobatan yang tepat. Cara mengobati panu sangat tergantung pada area mana yang terkena, seberapa luas area kulit yang terinfeksi, seberapa parah, dan juga termasuk kondisi iklim. Pengobatan dapat dilakukan dengan berbagai jenis obat panu seperti di bawah :

  • Obat panu topikal (sediaan obat yang dioleskan pada kulit)

Obat jenis ini adalah yang paling banyak digunakan. Obat-obat ini digunakan bila penyakit panu termasuk ringan dan masih bisa dilakukan pengobatan sendiri. Sediaan-sediaan yang tersedia bisa berupa shampoo anti-jamur, sabun, cream atau salep panu, dan juga lotion. Bahan-bahan aktif dalam obat-obat ini, misalnya selenium sulfida, ketoconazole, miconazole, clotrimazole, terbinafine atau seng pyrithione.

Untuk produk cream atau salep, pengobatan biasanya dilakukan paling tidak selama 2 minggu, dengan dosis pemberian 2 x sehari dengan cara dioleskan tipis-tipis secara merata di area yang terinfeksi. Sediaan yang berupa shampo digunakan seperti menggunakan shampo biasa, namun setelah aplikasi shampo ke rambut sebaiknya ditunggu selama 5 atau 10 menit sebelum dibilas.

  • Obat pembersih kulit

Penyakit kulit ini sering kambuh, bila kondisi kulit memungkinkan jamur untuk tumbuh optimal melebihi normalnya. Pertumbuhan jamur secara tidak terkendali biasanya sering terjadi pada orang-orang yang hidup di daerah-daerah yang bercuaca panas dan lembab. Menggunakan obat pembersih atau cairan antiseptik minimal1 x sebulan, dapat mencegah jamur tumbuh tidak terkendali.

  • Obat panu tablet (sediaan oral/minum)

Bila penyakit ini mencakup area kulit yang luas, tebal, atau sering kambuh diperlukan penangan dengan sediaan obat yang bekerja secara sistemik. Obat-obat ini umumnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Karena kemungkinan terjadinya efek samping, dan adanya interaksi dengan obat-obat lain, obat-obat ini hanya digunakan untuk jangka waktu yang singkat dan dengan pengawasan dari seorang dokter kulit. Bahan-bahan aktif untuk sediaan yang digunakan sebagai obat anti jamur sistemik, misalnya ketoconazole, itraconazole, atau fluconazole.

Cara Pengobatan Tradisional

Untuk kamu yang sudah terkena panu, kamu bisa mencoba beberapa cara pengobatan secara alami berikut ini:
  • Lengkuas
Cara yang pertama adalah dengan menggunakan lengkuas. Nah caranya sangatlah mudah, yaitu :
  1. Parutlah 1-2 lengkuas
  2. kemudian campurkan dengan garam yang agak kasar
  3. Setelah tercampur, gosokkanlah pada bagian tubuh yang terkena panu.

  • Kunyit
Cara yang kedua adalah dengan menggunakan kunyit. Sama seperti lengkuas, parutlah kunyit dan campurkan dengan garam. Kemudian gosokkan pada kulit yang ada panunya.

  • Daun pare
Cara yang ketiga adalah dengan menggunakan daun pare. Caranya sangatlah mudah, yaitu :
  1. Ambillah pucuk daun pare
  2. Campurkan dengan kapur sirih, setelah itu haluskan
  3. Setelah benar-benar halus, oleskanlah pada kulit kamu yang terkena panu.

  • Kulit pohon pinang
Cara yang keempat adalah dengan kulit pohon pinang. Bagaimana cara membuatnya? Pertama, carilah bagian kulit pohon pinang yang masih hijau, kemudian serut dengan menggunakan pisau. Gosokkanlah hasil serutan tersebut pada tubuh kamu.

Tips Mencegah Timbulnya Panu

Ada beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk mencegah timbulnya panu di kulit kamu :
  • Mandilah minimal 2 kali dalam sehari
Ketika kamu mandi, jangan hanya menggosok tubuh seadanya saja, dan kemudian selesai. Bersihkanlah tubuh kamu dengan baik dan benar, jika perlu gunakan sabun anti bakteri untuk membuat kulit kamu tetap bersih.

  • Jangan berbagi handuk
Jika kamu terbiasa menggunakan handuk ‘bersama’ dengan orang lain, berhentilah untuk melakukan hal itu mulai dari sekarang. Mengapa? Sebab panu dapat dengan mudahnya menular melalui handuk yang kamu pakai bersama-sama. Tentunya kamu tidak ingin bertukar bakteri dengan orang lain, terutama pada orang yang menderita panu.

  • Gunakan handuk yang kering
Setelah mandi, jemurlah handuk yang Anda gunakan, jangan biarkan handuk dalam keadaan basah. Pakaian atau handuk yang lembab dapat menimbulkan panu pada tubuh Anda.

  • Gantilah handuk sesering mungkin
Jangan menggunakan handuk yang sama selama berbulan-bulan. Gantilah handuk kamu satu atau dua kali dalam seminggu.

  • Gantung pakaian kamu di tempat yang kering
Pakaian yang telah kamu cuci, simpanlah di tempat yang kering. Namun jangan terlalu lama, karena dapat menyebabkan timbulnya jamur.

  • Jangan menggunakan produk-produk perawatan kulit yang mengandung minyak
Gunakan produk non-minyak atau non-comedogenic.

  • Gunakan pakaian longgar
Hal ini baik untuk mencegah keringat berlebihan saat cuaca panas dan lembab.

  • Lindungi kulit kamu dari sinar matahari
Kamu bisa menggunakan tabir surya 20 menit sebelum bepergian ke luar rumah. Pastikan untuk menggunakan tabir surya yang menawarkan : UVA dan UVB, faktor perlindungan matahari (SPF) 30 atau lebih, tidak mengandung minyak (non-comedogenic).


Share on Google Plus

About Arie Tarim

Artikelmanfaat.com adalah sebuah situs blog berisi artikel bermanfaat yang mencakup berbagai tema yang dapat dijadikan sebagai referensi serta informasi

0 komentar:

Posting Komentar