Ciri, Cara Menangani dan Cara Mencegah Penyakit Meningitis


Pernahkah kamu mendengar penyakit meningitis? Kamu tentu pernah mendengarnya bukan? Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang bagian selaput otak manusia.

Meningitis adalah infeksi pada meninges (selaput pelindung) yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang. Ketika meradang, meninges membengkak karena infeksi yang terjadi. Sistem saraf dan otak bisa rusak pada beberapa kasus. Tiga gejala meningitis yang patut diwaspadai adalah demam, sakit kepala, dan leher yang terasa kaku.

Jenis-Jenis Penyakit Meningitis

Dilihat dari jenisnya ada 2 jenis utama penyakit meningitis yakni :

  • Meningitis Viral

Penyakit meningitis viral ini biasanya tidak menyababkan penyakit serius. Dalam kondisi yang parah, penyakit meningitis jenis ini dapat menyebabkan panas demam berkepanjang disertai dengan kejang-kenjang.

  • Meningitis Bakteri

Penyakit meningitis bakteri ini tidak bisa dianggap sepele, karena meningitis yang disebabkan oleh bakteri begitu serius dan harus mendapatkan perawatan serta pengobatan yang serius untuk mencegah kerusakan otak dan keluhan tubuh yang berkelanjutan yang akhirnya beresiko pada kematian.

Baca juga artikel : Cara menghilangkan Phobia Ketinggian

Ciri ciri

Gejala meningitis awal mungkin seperti flu (influenza). Gejala dapat berkembang selama beberapa jam atau selama beberapa hari.Ciri-ciri meningitis pada orang dewasa meliputi:

  1. Demam Tinggi secara mendadak.
  2. Leher kaku.
  3. Sakit kepala berat yang tampaknya berbeda dari biasanya.
  4. Sakit kepala dengan mual atau muntah.
  5. Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi.
  6. Kejang.
  7. Mengantuk atau kesulitan bangun.
  8. Kepekaan terhadap cahaya.
  9. Tidak nafsu makan atau haus.
  10. Muncul ruam kulit (kadang-kadang).

Itulah ciri ciri meningitis yang pada umunya terjadi pada orang dewasa. Namun, ada baiknya kita juga mengetahui ciri ciri meningitis yang menyerang bayi yang baru lahir,yaitu:

  1. Demam tinggi.
  2. Sering menangis.
  3. Kantuk berlebihan atau lekas marah.
  4. Tidak aktif.
  5. Nafsu makan buruk.
  6. Ada tonjolan di atas kepala bayi (ubun-ubun).
  7. Kekakuan pada tubuh dan leher bayi.
  8. Bayi akan menangis kerasa saat tubuhnya dipegang.


Faktor yang Meningkatkan Risiko Seseorang Terkena Meningitis

Beberapa faktor bisa meningkatkan risiko seseorang terkena meningitis yaitu:

  • Faktor keturunan.
  • Tidak menerima vaksin meningitis atau imunisasi dasar saat masa kanak-kanak.
  • Usia

Kebanyakan penderita meningitis virus adalah anak berusia di bawah lima tahun. Sedangkan meningitis bakterialis umumnya menyerang seseorang berusia di bawah 20 tahun.

  • Hidup dalam sebuah komunitas buatan

Faktor selanjutnya adalah hidup dalam sebuah komunits buatan, misalnya seperti asrama siswa atau mahasiswa dan pangkalan militer, hal ini bisa meningkatkan risiko terinfeksi meningitis.

  • Kehamilan

Selanjutnya adalah kehamilan, hal ini bisa meningkatkan risiko terinfeksi bakteri listeria yang bisa menyebabkan meningitis.

  • Menderita gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Jenis Kelamin

Dilihat dari jenis kelaminnya, seorang pria, lebih sering terjangkit meningitis dibandingkan wanita.

  • Rentan terekspos serangga atau hewan pengerat.
  • Bepergian atau tinggal di kawasan rawan meningitis

Dilihat dari tempatnya, kawasan yang rawan terkenan meningitis adalah seperti kawasan sub-sahara Afrika, Asia tenggara, dan Amerika Latin.

Bakteri yang Dapat Mengakibatkan Serangan Meningitis


  • Streptococcus Pneumoniae (pneumococcus)

Bakteri Streptococcus Pneumoniae (pneumococcus) adalah salah satu bakteri penyebab meningitis terbanyak yang menyerang bayi dan anak-anak. Jenis bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi paru (pneumonia), telinga dan bagian rongga hidung (sinusitis).

  • Neisseria Meningitidis (meningococcus)

Menurut sumber yang didapat bakteri jenis ini disebutkan sebagai bakteri penyebab terbanyak kedua setelah bakteri Streptococcus pneumoniae yang menjadi sumber bakteri penyebab meningitis. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri ini terjadi akibat adanya infeksi yang menyerang saluran pernafasan dibagian atas yang selanjutya bakteri masuk ke dalam peredaran darah dan berjalan menuju otak, sehingga menjadi penyebab timbulnya meningitis. Infeksi akibat serangan bakteri ini amat beresiko karena dapat menyebabkan kematian hanya dalam jangka waktu 24 hingga 48 jam.

  • Haemophilus Influenzae (haemophilus)

Bakteri Haemophilus influenzae type b adalah jenis bakteri yang menyebabkan infeksi pernafasan bagian atas dan telinga bagian dalam serta sinusitis. Infeksi yang ditimbulkan dari bakteri jenis ini bisa diatasi dengan pemberian vaksin (Hib vaccine).

  • Listeria Monocytogenes (listeria)

Bakteri penyebab meningitis ini umumnya dapat dijumpai dibanyak tempat, bahkan pada makanan yang telah tercampur dengan bakteri ini. Bakteri listeria ini berasal dari hewan yang dipelihara dan makanan yang memiliki potensi terkontaminasi bakteri dengan jenis listeria adalah keju, hot dog dan daging sandwich.

  • Staphylococcus Aureus dan Mycobacterium Tuberculosis

Bakteri penyebab meningitis lainnya adalah bakteri Staphylococcus Aureus dan Mycobacterium Tuberculosis, yang merupakan salah satu penyebab TBC.

Bagaimana Cara Penanganan dan pengobatan Meningitis?

Jika kamu menemukan atau mengalami ada tanda-tanda dan gejala gejala tersebut, maka secepatnya penderita harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang intensif. Pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium yang meliputi test darah (elektrolite, fungsi hati dan ginjal, serta darah lengkap), dan pemeriksaan X-ray (rontgen) paru akan membantu tim dokter dalam mendiagnosa penyakit. Sedangkan pemeriksaan yang sangat penting apabila penderita telah diduga meningitis adalah pemeriksaan Lumbar puncture (pemeriksaan cairan selaput otak).

Jika berdasarkan pemeriksaan penderita didiagnosa sebagai meningitis, maka pemberian antibiotik secara Infus (intravenous) adalah langkah yang baik untuk menjamin kesembuhan serta mengurang atau menghindari resiko komplikasi. Antibiotik yang diberikan kepada penderita tergantung dari jenis bakteri yang ditemukan. Adapun beberapa antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter pada kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis antara lain Cephalosporin (ceftriaxone atau cefotaxime). Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes akan diberikan Ampicillin, Vancomycin dan Carbapenem (meropenem), Chloramphenicol atau Ceftriaxone. Treatment atau therapy lainnya adalah yang mengarah kepada gejala yang timbul, misalnya sakit kepala dan demam (paracetamol), shock dan kejang (diazepam) dan lain sebagainya.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Meningitis?

Berikut ini merupakan beberapa langkah untuk mencegah penyakit meningitis, yaitu :

  • Vaksin

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk mencegah penyakit meningitis adalah dengan melakukan vaksinasi. Para ahli medis menyarankan, melakukan vaksinasi tersebut ketika berusia 11—12 tahun atau 16—21 tahun. Usia-usia ini adalah umur rawan terkena meningitis.

  • Jangan menggunakan barang yang sama dengan orang lain

Langkah yang kedua adalah hindari penggunaan barang yang sama dengan orang lain. Mengapa demikian? Penyakit meningitis yang disebabkan oleh bakteri teryata dapat menular melalui napas, air liur serta ingus penderita. Oleh karena itu, hindarilah kontak fisik dengan penderita di tempat umum. Tidak dianjurkan menggunakan benda-benda terutama peralatan makan yang sama dengan penderita. Kamu lebih baik menggunakan peralatan milikmu sendiri dan pastikan membersihkannya dengan benar.

  • Jaga jarak dengan penderita meningitis

Langkah yang ketiga adalah menjaga jarak dengan penderita meningitis. Salah satu langkah ini sangat diperlukan. Pasalnya, bakteri yang terdapat pada cairan hidung maupun mulut penderita, dapat menular ketika bersin atau batuk.

  • Rajin cuci tangan

Langkah yang ketiga adalah rajinlah mencuci tangan. Cara ini merupakan salah satu cara pencegahan dari penyakit meningitis. Hal ini wajib dilakukan ketika kamu baru saja dari kamar mandi, memegang uang, berada di tempat yang ramai atau baru saja bersin dan batuk.

Disarankan untuk cuci tangan dengan menggunakan air hangat dan sabun. Pastikan seluruh bagian mulai depan hingga belakang serta sela-sela jari kamu terbasuh dengan sabun. Cuci tangan kamu hingga kurang lebih 20 detik kemudian bilas dengan bersih dan keringkan dengan handuk yang juga bersih. Kamu juga bisa menggunakan hand sanitizer.

  • Jaga kekebalan tubuh

Langkah yang terakhir adalah dengan menjaga kekebalan tubuh. Salah satu langkah ini sangatlah diperlukan sebagai bentuk pencegahan. Mengkonsumsi makanan sehat seperti sayur, buah dan makanan berprotein dapat membantu menjaga kekebalan tubuh kamu. Kamu juga disarankan untuk melakukan olah raga agar tubuh kamu semakin kebal terhadap bakteri penyebab penyakit. Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga tubuh kamu tetap fit.


Share on Google Plus

About Arie Tarim

Artikelmanfaat.com adalah sebuah situs blog berisi artikel bermanfaat yang mencakup berbagai tema yang dapat dijadikan sebagai referensi serta informasi

0 komentar:

Posting Komentar