Bahaya Mengonsumsi Micin/MSG Dalam Jangka Panjang


Bahaya Mengonsumsi Micin/MSG Dalam Jangka Panjang
Kamu pasti sering mengonsumsi micin bukan? Ya, entah itu dalam bentuk masakan rumahan, makanan ringan, minuman maupun makanan lainnya. Nah sebenarnya micin sangat berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Lalu apa dampaknya bagi kesehatan? Yuk simak berikut ini!

Artikel kali ini kita akan membahas tentang bahaya micin bagi kesehatan kamu dalam jangka panjang. Sebenarnya micin tidak berbahay bagi tubuh jika dikonsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan. tetapi saat ini banyak pedagang maupun produsen nakal yang menggunakan micin secara berlebihan hanya demi keuntungan semata. Maka dari itu kita sebagai konsumen harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan.

Terbuat dari apakah  Monosodium glutamate?

Menurut Volker Wendisch dalam bukunya yang berjudul “Amino Acid Biosintesis”, Monosodium glutamat ditemukan dan diisolasi dari hydrolyzates rumput laut jepang ” konbu ” oleh Dr Kikunae Ikeda.  Pada tahun 1912, monosodium glutamat mulai diproduksi secara massal oleh perusahaan Ajinomoto di Jepang. Belum sampaipada tahun 1950-an, produksi MSG sudah mulai menggunakan bahan dari hasil fermentasi gula murah dan amonia untuk menghasilkan glutamat. Fermentasi gula murah ini adalah yang kita kenal dengan nama gula tetes tebu.

Baca juga artikel : Tips Memutihkan Gigi Kuning Secara Cepat dan Alami

Bagaiamana Keamanan MSG?

Menurut Food and Drug Administration USA, WHO, dan FAO Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebenarnya MSG ini adalah bahan makanan yang aman. Namun seiring dengan semakin banyaknya bahan ini digunakan diseluruh dunia, maka mulai timbul banyak Kontroversi tentang MSG. Banyak laporan keluhan negatif tentang efek samping mengkonsumsi makanan yang mengandung vetsin. Anekdot yang muncul Sejak tahun 6o-an tentang MSG adalah “anekdot” Gejala Complex MSG ” atau ” Chinese Restaurant Syndrome “, yang menimbulkan gejala seperti  sakit kepala, berkeringat dingin, mati rasa, nyeri dada, mual, jantung berdebar-debar, dan tubuh lemah.

Namun beberapa penelitian belum menemukan bukti meyakinkan, yang menghubungkan MSG dengan gejala-gejala tersebut. Meskipun demikian juga diakui,  bahwa sebagian orang mungkin akan mengalami reaksi gejala ringan jangka pendek terhadap MSG.  Meskipun stigma aditif ini mungkin masih bertahan hingga kini, penggunaan MSG atau yang terkait glutamat lainnya umumnya dirasakan tidak berbahaya oleh komunitas ilmiah.

Bagaimana tubuh kita merespon MSG?

Menurut  U.S Food and Drug Administration (FDA), MSG yang kita makan bakal dipecah oleh sistem pencernaan menjadi sodium/natrium (Na) dan Glutamat. Kedua bahan ini bakalan bernasib sama dengan Na alami dan glutamat alami. Na bakalan jadi ion yang terlibat dalam berbagai macam proses di tubuh seperti yang lo pelajari di biologi SMA. Lalu bagaimana dengan glutamatnya? Nah 95% glutamat yang dikonsumsi akan dimetabolisme oleh sel-sel usus halus dan bakal dijadiin buat energi untuk menjalankan pencernaan di usus halus itu sendiri. Sisa 5%-nya ini berguna untuk membentuk protein (seperti yang udah sempat jelasin di atas) atau dijadikan prekursor untuk menghasilkan senyawa-senyawa lain, seperti glutathione, arginine, dan proline.

Lalu apa itu prekursor? Prekursor adalah zat atau bahan pemula untuk memulai proses biosintesis.
Lalu bagaimana jika tubuh kita kelebihan Glutamat di dalam tubuh? Jawabnnya adalah tubuh akan mengeluarkan glutamat tersebut melalui urin. Seringkali tubuh kita mengeluarkan kelebihan glutamat melalui urine. Walaupun merupakan asam amino non esensial, tubuh cukup cepat menggantikan glutamat (laju penggantian glutamat yang hilang dari tubuh/turnover termasuk besar, yaitu sekitar 30%).

Apa Dampak Negatif MSG?

Berikut ini merupakan efek samping kebanyakan mengkonsumsi monosodium glutamat (MSG).

  • Kerusakan Otak

Efek samping yang pertama adalah dapat menyebabkan kerusakan otak. Memang sangat sulit untuk dibayangkan bahwa ternyata penyedap makanan yang umum digunakan ini sebenarnya berbahaya, bahkan dapat menyebabkan seperti kerusakan otak yang serius. Namun kenyataannya memang demikian, mengkonsumsi MSG secara rutin dapat menyebabkan degenerasi otak dan sel-sel sistem saraf.

Pertama, penting untuk mengetahui bagaimana MSG dapat mempengaruhi otak. Monosodium glutamat adalah jenis excitotoxin. Setelah kamu mengonsumsi makanan yang kaya MSG, selanjutnya MSG masuk ke aliran darah sebelum menuju ke otak. Setelah di otak, pada dasarnya MSG hanya merangsang sel-sel otak untuk berpikir bahwa apa yang kita makan rasanya lezat. Inilah sebabnya sebabnya, mengapa kita sering merasa berhasrat untuk makanan yang tinggi MSG. Sayangnya, overstimulating otak seperti itu dapat menyebabkan kelelahan dan kematian sel-sel otak kamu.

  • Efek terhadap kulit

Lalu bagaimana efek samping MSG terhadap kulit? Nah bahan penambah rasa ini juga dapat menimbulkan efek pada kulit seperti gatal-gatal, sariawan, dan kehilangan sensitivitas kulit.

  • Leher kaku dan pusing

Penyedap rasa dapat membentuk alanin yang menghambat penyerapan vitamin B6 oleh tubuh. Efek secara langsung seperti pusing, leher kaku, mual, mulut terasa kering, dan ruam di wajah. Sindrom ini ditemukan pertama kali oleh dokter Ho Man Kwok pada tahun 1968. Untuk mengatasi gangguan ini, penderita perlu minum banyak air dan istirahat.

  • Memicu Sakit Jantung

Micin bisa memberi dampak buruk bagi kesehatan jantung. Kebanyakan makan makanan mengandung micin bisa menyebabkan jantungmu berdetak secara tidak normal. Biasanya, hal ini disertai pula dengan perasaan cemas dan was-was. Kondisi jantung yang kekurangan suplai darah sehingga menimbulkan nyeri dada sangat hebat.

  • Menyebabkan obesitas

MSG membuat kamu ketagihan sehingga kamu bakal menyantap makanan mengandung mecin secara terus menerus. Penelitian yang dilakukan di China melibatkan sekitar 752 orang yang belum pernah tersentuh MSG di rentang usia 40-59 tahun. Ternyata mereka mengalami pertumbuhan berat badan yang luar biasa.

  • Efek Pada Sistem Pernapasan

Bagaimana efek samping MSG terhadap sistem pernapasan? Bahaya penggunaan penyedap rasa ternyata juga bisa berdampak pada sistem pernafasan. Akibat dari sistem pernafasan yang terganggu bisa menjadi fatal jika dibiarkan terus menerus. Gejala terganggunya sistem pernafasan karena diakibatkan oleh konsumsi penyedap rasa yang berlebihan yaitu:

  1. Asma
  2. Nafas pendek
  3. Sakit di dada
  4. Kaku di dada
  5. Hidung ingusan
  6. Bersin-bersin

Jika kandungan di dalam penyedap rasa sudah mengenai sistem peredaran darah atau sistem pernafasan, organ-organ atau pembuluh di dalam tubuh dapat mengalami pembengkakan.

  • Pengaruh pada hati

Terlalu banyak mengkonsumsi MSG juga bisa menimbulkan gangguan terhadap fungsi organ pencernaan, salah satunya hati. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, zat MSG bisa merangsang tubuh kita untuk terus merasa lapar.

Hal tersebut pada gilirannya bisa memaksa hati untuk bekerja dengan ritme yang tidak wajar. Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, bisa-bisa dalam waktu singkat hati mengalami peradangan. Oleh karena itu mulai saat ini kamu lebih baik menjaga konsumsi makanan yang mengandung MSG.

  • Asma

Selanjutnya adalah MSG dapat menyebabkan penyakit asma. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 1995 mengatakan bahwa konsumsi MSG bisa memicu serangan asma pada orang yang sensitif dengan zat penguat rasa.

Penemuan tersebut didasarkan pada dua penelitian sebelumnya terhadap orang-orang yang mengidap asma dan mengkonsumsi MSG. Pada tahun 2009, sebuah jurnal berjudul ‘Clinical and Experimental Allergy’ mengambil kesimpulan bahwa MSG belum bisa dipastikan sebagai salah satu penyebab asma. Namun bisa dipastikan bahwa mengkonsumsi zat ini akan memberikan efek negatif pada mereka yang memiliki gangguan saluran pernafasan.

  • ADD dan ADHD

Efek selanjutnya adalah ADD dan ADHD. Anak-anak, bahkan bayi yang belum lahir seringkali menjadi korban umum monosodium glutamat. Otak Janin serta anak-anak  sepenuhnya masih berkembang. Perkembangan ini dapat dengan mudah terganggu oleh bahan kimia berbahaya seperti eksitoksin. Jika kamu sedang hamil, maka disarankan agar menghilangkan, atau setidaknya mengurangi MSG untuk makanan sehari-hari. Jika tidak maka ada kemungkinan jika MSG dapat menyebabkan janin mengembangkan Attention Deficit Disorder atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder.

Mengapa demikian? Hal ini karena MSG akan masuk kedalam aliran darah, dan pada akhirnya akan dengan mudah mencapai janin yang sedang berkembang. Orang usia tua juga rentan untuk mengembangkan neuro-degeneratif penyakit karena eksitoksin. Bahkan, penelitian telah menunjukkan kemungkinan MSG terkait dengan penyakit Alzheimer.

  • Sindrom Chinese Food

Efek samping yang terakhir adalah Sindrom Makanan Cina (atau disebut juga MSG Symptom Complex). Nah sindrom ini mengacu pada beberapa penyakit kesehatan umum, yang mungkin akan dialami setelah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung MSG. Mengapa sindrom ini disebut Sindrom makanan Cina? Jawabannya adalah karena makanan Cina dikenal karena mengandung MSG tinggi. Ketika seseorang mengalami sindrom ini, maka ia akan keringat dan mulai merasa mati rasa di sekitar mulut. Nyeri dada, jantung berdebar, kelelahan dan sakit kepala juga reaksi umum karena MSG.


Share on Google Plus

About Arie Tarim

Artikelmanfaat.com adalah sebuah situs blog berisi artikel bermanfaat yang mencakup berbagai tema yang dapat dijadikan sebagai referensi serta informasi

0 komentar:

Posting Komentar