Bahaya Memakai Kuteks


Bahaya Memakai Kuteks
Pernahkah kamu memakai kuteks? Tak bisa dipungkiri lagi bahwa sebagian kaum wanita selalu digandrungi dengan hal-hal yang berbau kecantikan, misalnya saja kuteks. Artikel kali ini akan membahas tentang bahaya memakai kuteks dalam jangka waktu yang lama. Dengan begitu kamu tidak akan sembarangan memilih kuteks yang akan kamu pakai di kukumu.

Untuk kamu para wanita yang biasa menggunakan kuteks di kala haid, berhati-hatilah. Jangan kita terkecoh dengan produk yang ditawarkan dengan harga murah, karena biasanya produk dengan harga murah, mengandung bahan yang berbahaya atau bahkan haram. Seperti halnya kuteks yang mengandung minyak babi ini, tak hanya bahan haram yang digunakan, namun oknum memasukan bahan-bahan seperti metanol dan cat tembok yang seharusnya tidak boleh terkonsumsi/terpakai oleh tubuh manusia. Kemudian kuteks ini dimasukkan kedalam botol-botol kuteks bekas yang dibelinya dari pemulung. Oknum ini sengaja memalsukan suatu produk demi keuntungannya semata.

Baca juga artikel : Manfaat Mengonsumsi Seafood Sesuai Dengan Jenis-Jenisnya

Bagaimana Ciri – Ciri Kuteks yang Baik?


  • Kuteks berbahan dasar air dan tidak berbau

Ciri yang pertama adalah berbahan dasara air dan tidak berbau. Jadi, pilihlah kuteks yang ketika dibuka tidak menimbulkan bau. Mengapa? Karena biasanya kuteks yang berbau mengandung bahan berbahaya. Kemudian jangan lupa untuk memilih kuteks dengan bahan dasar air agar kamu kuku tidak kering dan tetap terjaga kelembabannya.

  • Lihat komposisinya

Ciri yang kedua adalah komposisinya. Jika kamu membeli kuteks, kemudian kamu melihat bahwa kuteks yang kamu beli mengandung “ Dibutyl Phthalate” , makan dapat dapat dipastikan bahwa kuteks tersebut berbahaya bagi kuku kamu. Jadi berhati-hatilah.

  • Tanggal Kadaluarsa Benar

Ciri yang ketiga adalah kuteks tersebut memiliki tanggal kadaluarsa yang benar. Bagaimana cara melihatnya? Gosokkan tanggal kadaluarsa yang terdapat pada botol kuteks tersebut. Nah, jika tulisan tanggal tersebut cepat hilang, maka kuteks tersebut merupakan kuteks yang menggunakan botol bekas dan diisi ulang dengan kuteks yang mengandung  bahan kimia yang berbahaya oleh penjual kuteks nakal.

  • Keketalan Kuteks Harus Pas

Pilihalah kuteks dengan kekentalan yang pas tidak terlalu cair dan tidak terlalu kental. Bagaimana caranya? Caranya mudah, yaitu dengan membuka kuteks dan lihat cairan kuteks pada brush, apabila tidak jatuh dalam hitungan 5 detik maka kuteks tersebut mengandung komposisi yang pas.

  • Warnanya tebal ketika digunakan pada kuku

Selanjutnya adalah warna kuteks tersebut tebal saat kamu gunakan. Jadi pastikan warna kuteks yang kamu gunakan tidak begitu cair.

  • Panjang Brush yang Pas

Ciri selanjutnya adalah panjang brush yang pas, tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. Jadi panjang dan ketebalan brush keteks tersebut pas di kuku kamu.

  • Mudah kering

Selanjutnya adalah pilihlah kuteks yang mudah kering. Biasanya kuteks yang mengandung zat yang berbahaya itu tidak mudah kering sehingga kamu harus menunggu lama untuk mengeringkannya.

  • Harga yang Tidak Terlalu Murah

Nah, biasanya harga menggambarkan kualitas dari barang. Kuteks yang kelewatan murah haruslah dicurigai kualitasnya. Karena banyak penjual yang ingin mencari untung besar dengan menjual kuteks yang mengandung bahan – bahan pengganti yang jelas tidak baik untuk kuku.

Nah itulah ciri-ciri kuteks yang memiliki kandungan yang berbahaya. Jadi, kamu harus sangat berhati-hati dalam memilih kuteks yang akan kamu pakai di kukumu.

Apa Saja Zat Berbahaya yang Terdapat Pada Kuteks?

Berikut ini merupakan kandungan zat berbahaya dalam kuteks yang biasa dipakai oleh pedagang nakal.

  • Formalin

Zat yang pertama adalah formalin. Tentunya kamu tidak asing lagi mendengar zat yang satu ini. Formalin adalah zat yang biasa digunakan untuk mengawetkan mayat, sehingga zat ini sangat berbahaya jika dikonsumsi. Formalin juga memiliki sifat karsinogonik yang dapat menyebabkan kanker apabila terlalu banyak digunakan.

  • Zat toluene

Yang kedua adalah zat toluene. Zat ini sangat berbahaya bagi kesehatan kamu, sebab zat ini adalah zat yang mampu merusak sistem syaraf. Jika zat yang satu ini termakan atau mengenai kulit, maka syaraf-syaraf juga akan terkena akibatnya. Zat ini juga termasuk zat yang dapat berubah menjadi gas, sehingga cukup berbahaya bagi kesehatan syaraf.

  • Etil esatat

Selanjutnya adalah Etil esatat. Biasanya zat ini digunakan untuk membekukan kutek kuku, biasanya pada kutek kuku etil asatat meninggalkan bau yang khas. Padahal bau itu sebenarnya adalah wujud gas dari etil esatat, dan ini sangat berbahaya sekali bila terhirup. Karena etil asatat yang berwujud gas, justru lebih berbahaya dari pada pada wujud padat.

  • Phytilates

yang terakhir adalah zat Phytilates. Zat ini dalah zat yang cukup berbahaya bagi tubuh karena dapat mengganggu metabolisme jaringan lemak. Sehingga pemakaian dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan berbagai penyakit.

Apa Bahaya Cat Kuku Bagi Kesehatan Tubuh?

Jika kamu menemukan kandungan cat kuku seperti diatas, maka sudah dipastikan bahwa cat kuku tersebut berbahaya bagi kesehatan kamu. Berikut ini merupakan penyakit yang akan timbul jika kamu memakai cat kuku dalam jangka waktu yang lama dan sering.

  • Iritasi pada mata

Bahaya yang pertama adalah iritasi pada mata. Kutek yang dipakai di kuku ternyata berbahaya terhadap mata. Mungkin hal ini terdengar aneh, kuku ditangan kenapa berbahaya di mata. Jadi kutek kuku mengandung zat toluene yang dapat merusak system syaraf, begitu pula jika kutek pada kuku mengenai mata, maka mata akan terjadi iritasi, biasanya akan berwarna kemerah merahan. Untuk itu ketika menggunakan kutek usahakan tangan tidak terlalu sering mengucek mata.

  • Kanker

Bahaya yang kedua adalah kanker. Mengapa demikian? Sebab salah satu zat yang terkandung dalam kuteks adalah formalin. Nah apabila dosis formalin terlalu tinggi, hal ini justru akan menyebabkan kanker, sebab formalin memiliki sifat karsinogen. Biasanya formalin dengan dosis yang tinggi ini terdapat pada cat kuku yang murah.

  • Diabetes

Selanjutnya adalah diabetes. Mengapa cat kuku dapat menyebabkan penyakit diabetes? Jawabannya adalah karena cat kuku mengandung zat phytulates yang merupakan suatu zat yang dapat menyebabkan penyakit diabetes. Jadi, kandungan zat ini menyebabkan metabolisme pada jaringan lemak akan terganggu. Zat phytulates masuk melalui mulut akibat interaksi antara kuku dan mulut. Biasanya zat ini beresintensi pada wanita sehat. Selain zat tersebut zat mono etalat juga terkandung dalam beberapa cat kuku, dan ini juga menyebabkan diabetes.

  • Pusing

Sama halnya dengan iritasi mata, pusing juga disebabkan karena adanya zat toluene yang dapat merusak system syaraf. Hal ini disebabkan karena system syaraf pada otak akan terganggu karena adanya zat toluene yang terhirup terus menerus, mungkin jika kamu menghirupnya hanya satu kali saja tidak akan begitu terpengaruh dan merasakan pusing, namun jika itu terlalu sering syaraf pada otak tidak akan bertahan lama sehingga kamu akan merasa pusing.

  • Gangguan syaraf jantung

Hal ini beda lagi penyebabnya, kalau penyakit satu ini disebabkan karena adanya etil asetat yang terkandung di dalam cat kuku yang digunakan manusia. Sehingga zat tersebut akan berubah menjadi gas, sehingga gas dari etil asetat masuk kedalam hidung dan diteruskan ke jantung, dan jantung akan menyebarkan darah ke seluruh tubuh. Jadi bahaya yang ditimbulkan akibat zat ini bisa menjangkit seluruh tubuh.

  • Membuat kuku menjadi rapuh

Bahaya selanjutnya adalah membuat kuku kamu menjadi rapuh. Kandungan zat-zat yang ada dalam cat kuku, tidak baik untuk kesehatan kamu apalagi jika dipakai dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dikarenakan kuku kamu menjadi tidak bernafas, sehingga kuku kekurangan oksigen dan menjadi rapuh. Bagian cat kuku akan menutupi bagian luar kuku yang seharusnya menerima oksigen dari luar. oleh karena itu jika ingin mengutek kuku, berilah waktu pada kuku untuk bernafas juga, jangan selamanya mengutek kuku. Misalnya dalam seminggu biarkan kuku bernafas selama tiga sampai empat hari.

  • Iritasi hidung

Yang terakhir adalah dapat menyebabkan iritasi hidung. Hidung adalah salah satu arena muka yang sering berintaraksi dengan tangan, terutama oleh kuku. Jika kuku yang berkutek terus menerus mengenai tangan maka hidung akan terjadi iritasi, karena daerah hidung juga sensitive terhadap zat formalin dan zat toluene yang terdapat pada cat kuku.

Itulah sebabnya kita harus berhati-hati dalam memilih cat kuku, gunakan cat kuku yang tidak terlalu banyak mengandung zat zat berbahaya itu. Misalnya saja bisa menggunakan cat kuku yang alami seperti kembang pacar atau alternatif lainnya. Bahan yang alami biasanya akan lebih aman.


Share on Google Plus

About Arie Tarim

Artikelmanfaat.com adalah sebuah situs blog berisi artikel bermanfaat yang mencakup berbagai tema yang dapat dijadikan sebagai referensi serta informasi

0 komentar:

Posting Komentar