Proses, Tipe dan Ciri Terjadinya Gunung Berapi


Proses, Tipe dan Ciri Terjadinya Gunung Berapi
Tahukah kamu mengapa gunung dapat meletus? Bagaimana prosesnya? Dan apa sih ciri-cirinya?Nah artikel kali ini akan menjawab pertanyaan tersebut.

Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.

Proses terjadinya gunung meletus adalah sebuah proses terjadinya tekanan magma yang ada di dalam perut bumi yang di dorong kuat oleh tekanan keluar, jadi menyebabkan meletusnya gunung berapi. proses ini tentunya akan memberikan efek atau dampak yaitu terjadinya keluar bahan bahan material abu dan batu menyembur keluar dari dalam bumi yang di akibatkan oleh tekanan magma tersebut. Biasanya penyemburan ini mencapai 18 km bahkan lebih dari itu. Sedangan lava yang di akibtkan letusan gunung berapi ini bisa mencapai lebih dari 90 km.

Baca juga artikel : Manfaat Bunga Mawar Yang Tidak Kamu Ketahui

Tipe-Tipe Gunung Berapi

Nah berikut ini merupakan tipe-tipe gunung api berdasarkan bentuknya (morfologi):
  • Stratovolcano
Stratovolcano adalah tipe gunung yang tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan, sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa), terkadang bentuknya tidak beraturan, karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali

  • Perisai
Perisai adalah salah satu tipe gunung berapi yang tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair, sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam), bentuknya akan berlereng landai, dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai

  • Cinder Cone
Cinder Cone merupakan gunung berapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Kemudian gunung ini tingginya jarang yang berada di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya.

  • Kaldera
Kaldera adalah salah satu tipe gunung berapi yang terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Apa sih contoh dari gunung ini? Salah satu contohnya adalah gunung bromo.

Bagaimana Proses meletusnya gunung berapi?

Berikut ini merupakan proses meletusnya gunung, diantaranya:

  • Status awas
Status awas adalah keadaan dimana aktifitas magma dari dalam bumi ini sudah diketahui dari naiknya suhu kawah dan adanya getaran – getaran gempa vulkanik. Kemudian ditandai dengan temperatur magma yang sangat tinggi sehingga membuat air disekitanya menjadi memanas. Kemudian proses pemanasan ini juga akan mungkin diikuti dengan adanya rekahan – rekahan akibat tekanan magma, rekahan ini akan sangat mungkin menyebabkan bocornya danau. Kebocoran danau ini tentunya menyebabkan air danau menjadi uap dibawah kawah yang juga akan menambah tekanan dari dalam.

  • Awal letusan Hidrovolkanik
Akibat jumlah air yang bocor masuk kedalam sudah sangat banyak akan mungkin menimbulkan letusan akibat air yang mendidih.  Letusan ini sering disebut sebagai letusan hidrovulkanik, letusan ini memang akan banyak dijumpai pada gunung api yang berada di laut., misalnya gunung Krakatau, dan gunung – gunung api di hawai, sangat mungkin yang terjadi saat ini adalah letusan. Letusan awal akibat proses ini. Sangat mungkin terdengar dentuman – dentuman serta longsoran –longsoran dinding kalau saja tekanan magma ini terus menerus mendorong maka proses letusan akan berlanjut ke proses berikutnya.

  • Letusan semi Magmatik
Pada saat semua air di danau habis masuk dan bercampur dengan magma membara yang menyembul dari dalam, akan terjadi proses perubahan fase air menjadi uap secara mendadak, tentunya kita tahu ketika terjadi perubahan fase ini maka akan terjadi perubahan tekanan. Temperatur magma ini rata – rata sekitar 600 derajat Celcius hingga 1,170 derajat Celcius (110-2140 derajat Fahrenheit) sehingga air yang terkena magma panas ini akan serta merta menjadi uap dalam sekejap. Tekanan uap air ini akan sangat besar dan mampu menggetarkan dan bahkan melemparkan material – material vulkanik di atasnya. Sumbat kawah serta kerikil dan pasir yang berada dikelilingnya kepundan akan mungkin terlempar keluar.

Pada saat ini juga akan terjadi ketidak seimbangan landasan atau fondasi dari dinding – dinding kawah ini akan membuat dinding kawah runtuh.

  • Letusan magmatik 
Ketika letusan preatik (preathic eruption terjadi bersamaan dengan aktifitas magmatic, maka akan sangat mungkin letusannya sangat dahsyat. Namun kalau saja letusan semi magmatic di atas dihabiskan terlebih dahulu kemudian diikuti dengan letusan magmatik, maka mungkin letusannya tidak optimum. Namun yang ditakutkan justru mengapa kemarin itu tanda – tanda kejdian pra letusan 1990 sudah terlihat kok masih juga belum meletus.
Berikut adalah tanda ciri ciri gunung api akan meletus yang sering terjadi disekitar gunung :

  • Suhu Disekitar Gunung Meningkat
Ciri yang pertama adalah suhu yang meningkat di sekitar gunung. Apa sih penyebab suhu meningkat ini? Nah penyebabnya adalah karena aktivitas magma semakin meningkat sehingga berkumpul di dekat permukaan bumi, sehingga suhu panas dari magma tersebut merambat hingga mempengaruhi lapisan tanah yang ada diseluruh badan gunung.

  • Mata Air Mengering
Ciri yang kedua adalah mata air yang mengering. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan magma terdorong keatas sehingga jarak antara magma dan lapisan tanah menjadi lebih dekat, akibatnya air tanah menguap dan kering. Nah pada lapisan tertentu didalam tanah suhu menjadi sangat panas hal ini juga menjadi penyebab keringnya sumber mata air.

  • Tumbuhan Sekitar Gunung Layu
Ciri yang ketiga adalah tumbuhan sekitar gunung yang layu. Kok bisa? Ya sebab panasnya suhu didalam tanah meningkat secara signifikan, hal ini menyebabkan banyak tumbuhan menjadi layu. Nah, efeknya ini lebih parah daripada layu karena musim kemarau. Saat magma terkumpul tepat dibalik gunung, ada salah satu lokasi yang dimana magma dapat bergerak ke atas dekat dengan lapisan tanah. Itulah kenapa tumbuhan layu dan mati hanya terjadi pada titik tertentu saja sebelum gunung meletus dan dapat menjadi penyebab pemanasan global dikarenakan panasnya suhu.

  • Hewan Liar Turun Gunung
Salah satu tanda berikutnya adalah adalah banyak binatang atau hewan liar yang sebelumnya jarang terlihat turun ke pemukiman penduduk yang berada di kaki gunung. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ya, sebab terjadi peningkatan suhu pada puncak gunung tempat habitat mereka sehingga hewan-hewan tersebut merasa tidak nyaman.

  • Sering Terdengar Suara Gemuruh
Ciri yang terakhir adalah sering terdengar suara gemuruh. Apa sih yang sebenarnya terjadi ketika ada suara gemuruh ini? Nah, jika terdengar adanya suara gemuruh, ini menandakan terjadinya peningkatan aktivitas magma di perut gunung selain itu sebagai bukti bahwa tekanan semakin tinggi sehingga tak jarang suara gemuruh disertai oleh keluarnya gas dan debu vulkanik. Intesitas suara gemuruh tergantung dari status gunung saat itu, jika sudah berstatus siaga tentu saja akan terdengar lebih sering daripada saat berstatus waspada.


Share on Google Plus

About Arie Tarim

Artikelmanfaat.com adalah sebuah situs blog berisi artikel bermanfaat yang mencakup berbagai tema yang dapat dijadikan sebagai referensi serta informasi

0 komentar:

Posting Komentar