Penyebab dan Cara Mengatasi Deflasi


Penyebab dan Cara Mengatasi Deflasi
Pengertian deflasi adalah suatu keadaan dimana terdapat peristiwa penurunan harga barang umum secara terus menerus atau terjadi peningkatan nilai uang.

Fenomena deflasi di negara-negara maju membawa kekhawatiran tertentu terhadap kinerja perekonomian dunia. Jepang membuktikan, deflasi menyebabkan kredit macet raksasa di sektor perbankan.

Analisa fundamental merupakan salah satu jalan untuk memperkirakan bagaimana nantinya arah pasar bergerak serta menerka pergerakan nilai pasangan mata uang dalam forex trading. Salah satunya adalah dengan memperhatikan deflasi.

Dulu, para ahli ekonomi menganggap remeh deflasi dan mengambil kesimpulan bahwa deflasi dapat dengan mudah dan cepat untuk diatasi, tetapi ternyata hingga saat ini belum ada satu negara pun yang berhasil mengatasi deflasi sehingga perekonomian di negara tersebut dapat berjalan kembali normal. Misalnya saja Hong Kong, negara yang tergabung dalam republik rakyat cina ini pernah mengalami bagaimana buruknya pengaruh yang diberikan oleh deflasi terhadap perekonomian mereka semenjak tahun 2002, Jepang juga mengalami deflasi yang sangat panjang semenjak tahun 1990, semuanya masih belum dapat mengatasi masalah deflasi ini hingga sekarang.

Baca juga artikel : Pembalut yang Aman Bagi Kesehatan

Apa Sih yang Dimaksud Deflasi?

Dalam ekonomi, deflasi adalah suatu periode dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Bila inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar. Ada pula deflasi didefinisikan sebagai meningkatnya permintaan terhadap uang berdasarkan jumlah uang yang berada di masyarakat.

Deflasi juga berkaitan dengan nilai tukar rupiah. Dengan deflasi, mata uang kita mengalami apresiasi atau peningkatan. Dalam ilmu ekonomi, diartikan sebagai suatu periode dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Salah satu cara menanggulanginya adalah dengan menaikkan tingkat suku bunga.

Pada deflasi, jumlah uang yang beredar dalam masyarakat terlalu sedikit, sedangkan barang dan jasa tersedia secara melimpah sehingga kenaikan secara tajam nilai mata uang dan peningkatan peranan uang tidak dapat dihindarkan. Dalam keadaan deflasi, para penjual akan merasa tidak aman untuk menahan persediaan barangnya terlalu lama, karena khawatir tingkat harga akan terus menurun. Sebaliknya, pihak pembeli akan bersikap menunggu dengan harapan harga akan lebih turun lagi.

Jenis-Jenis Deflasi

Dilihat dari proses terjadinya, deflasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
  • Deflasi strategis
Deflasi ini terjadi akibat diterapkannya kebijakan pengontrolan terhadap gejala konsumsi berlebihan untuk mengatasi kenaikan harga pasar.
  • Deflasi sirkulasi
Deflasi ini terjadi pada masa transisi dari kemakmuran ekonomi menjadi kemerosotan ekonomi, akibat ketidakseimbangan antara daya produksi dan konsumsi. Gejala ini mendorong penurunan harga penjualan pasar dalam resesi ekonomi, akibat semakin kurangnya jumlah kebutuhan terhadap barang-barang ekonomis yang berlebihan.

Apa Penyebab Terjadinya Deflasi?


  • Menurunnya persediaan uang di masyarakat

Hal ini akan mengakibatkan kekacauan di berbagai aspek seperti investasi dan menyebabkan depresi besar. Pada saat deflasi melanda perekonomian maka harga barang mengalami penurunan , dan itu membuat konsumen untuk menunda sementara bahkan lebih lama sampai harga barang akan turun , kejadian inilah yang memperlambat laju ekonomi.

  • Meningkatnya Persediaan Barang

Jika persediaan uang yang beredar di masyarakat mengalami penurunan . maka masyarakat menjadi enggan membelanjakan uangnya . Lalu pemilik bisnis pun bingung terhadap persediaan barangnya karena persediaan barang yang ia miliki menjadi tidak laku dan menjadi menumpuk, dikarenakan uang beredar yang ada dimasyarakat kurang. Oleh karena itu, Pendapatan masyarakat pun mengalami penurunan dan jumlah uang beredar pun makin sedikit.

  • Menurunnya permintaan akan barang

Mengapa dapat terjadi demikian? Menurunnya permintaan barang disebabkan karena harga barang yang tinggi, tidak seimbang dengan jumlah uang yang ada di masyarakat.

  • Naiknya permintaan akan uang

Kekurangan jumlah uang beredar membuat masyarakat menjadi bingung melakukan kegiatan ekonomi apapun . dan tidak ada kegiatan bisnis yang berjalan membuat perederan uang semakin kecil. Itu semua membuat kemunduran perekonomian maka masyarakat meminta kepada Bank sental untuk mengeluarkan jumlah uang agar bisa menambah pasokan uang mereka yang semakin sedikit.

Deflasi tidak bisa dianggap sepele karena pada rill nya belum ada satu Negara pun yang bisa mengatasi kerusakan akibat deflasi hingga ekonomi berjalan dengan normal. Contoh Negara yang pernah megalami deflasi adalah Hongkong (2002) dan Jepang (1990).

Dampak Positif Deflasi

  1. Nilai mata uang akan menguat
  2. Kesadaran menabung masyarakat bertambah agar bisa memenuhi kebutuhannya

Dampak Negatif Deflasi

  1. Pengusaha-pengusaha kurang bernafsu untuk memproduksi barang karena harga  terus menurun.
  2. Kesempatan kerja berkurang, hal ini dikarenakan terjadinya pemecatan buruh sebagai akibat dari turunnya produksi barang.
  3. Pajak-pajak tidak dapat ditarik oleh Negara sehingga pendapatan Negara berkurang.
  4. Kegiatan perekonomian mundur.
  5. Deflasi dapat menyebabkan menurunnya persediaan uang di masyarakat dan akan menyebabkan depresi besar.
  6. Membuat pasar Investasi (Saham) akan mengalami kekacauan.
  7. Banyak pekerja yang akhirnya mengalami PHK karena pemilik bisnis tidak sanggup membayar gaji karyawannya.
  8. Deflasi juga mengakibatkan melesunya investasi di sektor riil maupun di lantai bursa. Akibatnya ini akan menambah berat kelesuan ekonomi dikarenakan tidak ada lagi aktivitas bisnis yang berjalan.
  9. Deflasi juga dapat menyebabkan suku bunga disuatu negara menjadi nol persen. Lalu diikuti juga dengan turunnya suku bunga pinjaman di bank.
  10. Deflasi yang terjadi akan menurunkan produksi suatu perusahaan karena kurang permintaan dan lemahnya daya beli, sehingga berdampak pada pengurangan produksi dan juga pengurangan jumlah tenaga kerja.

Cara Mengatasi Deflasi

Untuk mencegah deflasi menjadi krisis ekonomi besar, pemerintah dan semua pihak yang terkait harus bersepakat untuk memulai kembali kegiatan ekonomi dengan menerapkan kebijakan-kebijakan yang tepat dalam memulainya kembali. Namun hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Para analis eknonomi mengatakan bahwa deflasi merupakan kondisi krisis moneter yang sebenarnya tidak memiliki obat yang efektif.

Apabila pada inflasi Bank Sentral dapat menaikkan suku bunga untuk menahannya, menurunkan suku bunga bahkan hingga nol persen bukanlah jalan keluar bagi deflasi. Mengapa demikian? Pasalnya hal ini akan membuat pemasukan pemerintah menjadi nol juga atau bahkan negative. Belum lagi hal ini akan memicu aksi spekulan luar negeri yang dapat menjalankan Carry Trade sehingga nilai uang justru menjadi jatuh. Akibatnya, biaya impor menjadi terbebani sementara ekspor tidak menunjukkan kenaikan signifikan berhubung melemahnya mata uang disebabkan oleh aksi spekulan semata-mata.
Negara yang pernah mengalami deflasi seperti hongkong dan jepang pasti belajar bahwa Bank sentral sangat mempunyai peran penting dalan mengatasi keadaan deflasi.

Cara yang paling tepat dilakukan saat terjadi deflasi :
  1. memberikan stimulus ekonomi berupa bantuan likuiditas ke sektor bisnis 
  2. Pemerintah memotong pajak dan meningkatkan belanjanya sendiri untuk menggerakkan perekonomian
  3. Dari sisi Bank Sentral, pemerintah juga dapat meningkatkan peredaran uang di masyarakat yaitu dengan membeli surat hutang sektor swasta / surat surat berharga lalu menukarkannya dengan uang tunai, atau bisa  juga dilakukan dengan memotong suku bunga



Share on Google Plus

About Arie Tarim

Artikelmanfaat.com adalah sebuah situs blog berisi artikel bermanfaat yang mencakup berbagai tema yang dapat dijadikan sebagai referensi serta informasi

0 komentar:

Posting Komentar