Cara Membedakan Berita Hoax dan Fakta


Kita seringkali melihat dan mendengar berita-berita yang sedang viral di sosial media akan tetapi kita belum mengetahui apakah berita tersebut adalah asli atau hoax. Banyak masyarakat yang terjebak dengan berita-berita yang tidak benar adanya, kemudian ia menyebarkan berita tersebut tanpa memastikan kembali apakah berita itu benar atau hanyalah sebuah hoax.

Kecanggihan dan perkembangan teknologi internet yang saat ini sedang mengalami peningkatan yang tajam membuat segala informasi yang berasal dari dalam maupun luar negeri dapat dengan mudahnya diakses oleh semua orang dari berbagai kalangan. Kini, kita tidak hanya melihat berita dari televisi dan radio saja, kita dapat mencari dan memperbaharui dari internet.

Faktanya informasi atau berita di internetlah yang paling up to date atau terbaru dari media pemberitaan yang ada saat ini. Itulah kenapa sebuah berita internet tiada jeda untuk menerbitkan konten berita setiap hari, bahkan setiap detiknya.

Akan tetapi berita yang bersumber dari internet tidak semuanya merupakan berita yang sebenarnya. Selalu saja ada oknum-oknum yang berusaha menerbitkan berita palsu atau hoax hanya demi mendompleng popularitas atau semata mata hanya sekedar menarik pengunjung untuk membuka websitenya.

Cara mengetahui berita hoax atau tidak, ternyata dapat kita lakukan dengan mudah. Semakin bertambah banyak pengguna internet semakin bertambah banyak juga berita dan informasi yang bisa kita peroleh. Semakin cepat pula sebuah berita dapat menyebar. Berita yang dikirim oleh seseorang cepat sekali sampai pada orang lain karena ada orang lain yang membagikannya dengan segera.

Sayangnya masyarakat selalu menyebarkan berita tanpa mencari terlebih dahulu kebenaran dari berita yang telah ia baca. Kebanyakan orang menyebarkan sebuah berita hanya untuk terlihat update dimata orang lain seolah bisa mengirimkan informasi terbaru. Ini tentu perilaku yang tidak benar dan tidak baik. Semakin mudahnya akses internet dan kemajuan teknologi komunikasi membuat kita bisa saling berinteraksi satu sama lain menembus batas antarwilayah.

Baca juga artikel : Keuntungan Indonesia memiliki Iklim Tropis
Berbagai berita dapat dengan mudahnya kita dapatkan melalui sosial media maupun internet yang terdapat dalam gadget kita. Berita tersebut mulai dari berita olahraga, ekonomi, informasi bencana hingga berita politik, bahkan beragam tips gaya hidup sehat mewarnai lalu lintas informasi.
Diantara berita yang tersebar, ada berita yang positif yaitu berita yang mengedukasi publik, tetapi tidak sedikit pula berita yang isinya hanyalah untuk kepentingan sensasi semata. Informasi tersebut terkadang bahkan melibatkan nama sejumlah pejabat negara untuk meyakinkan pembaca bahwa beritanya valid.

Berita hoax alias berita bohong yang tidak jelas kebenarannya memang semakin parah tersebar belakangan ini. Saat ini pengguna sosial media seperi facebook mengalami peningkatan, dimana semakin banyak pula media ‘abal-abal’ atau tidak jelas begitu mudahnya menyebarkan berita palsu tentang berbagai hal.

Apa Saja Ciri-Ciri Berita Hoax?

Hoax definisikan sebagai informasi palsu yang dibuat seolah-olah sebagai informasi yang benar oleh pembuatnya.


  • Tidak masuk akal

Informasi atau berita yang tak masuk akal umumnya dijadikan sebagai jurus paling ampuh untuk menyebarkan berita hoax (palsu). Konten artikel, gambar dan video mereka format sedemikian rupa agar target penerima berita hoax memiliki rasa penasaran yang tinggi dan akhirnya terdorong ingin menyebarkan ulang informasi tersebut dari mulut ke mulut dan dari media sosial ke media sosial lainnya.

Yang sering terjadi, masyarakat tidak sadar turut serta berkontribusi dengan cara menyebarkan ulang konten hoax tanpa menganalisa lebih jauh informasi yang beredar luas di internet.

  • Tidak menyertakan link sumber terpercaya

Link sumber bukan sembarang link sumber informasi, tapi harus link sumber dari situs web/blog terpercaya. Media online besar dan terpercaya selalu memiliki struktur kepengurusan seperti penanggung jawab konten, halaman kontak dan redaksi.

Pada umumnya, informasi palsu atau berita palsu (hoax) di internet disebarkan ulang dengan cara copy dan paste. Setelah di copas, konten diedit sedemikian rupa dan di sisipi dengan ideologi palsu tanpa menyertakan link sumber.

  • Referensi Palsu

Untuk meyakinkan para pembaca, sering kali penulis berita tersebut mencantumkan nama ahli atau profesor dengan berita yang ditulisnya. Sehingga kita sebagai pembaca, terkadang terkecoh dengan berita hoax tersebut dan menganggapnya adalah berita asli karena yakin berasal dari seorang ahli atau profesor yang dituliskan.

  • Seringkali Bernada Negatif

Berita hoax seringkali bernada negatif, entah itu membeberkan pemerintahan, menghujat suatu kaum, atau menjelek-jelekkan sesuatu dengan dalih keagamaan. Tapi, berita tidak selalu bernada negatif. Ada juga berita hoax yang tersebar dengan melebih-lebihkan suatu peristiwa tertentu yang sedang booming.

Apa Sanksi Pidana Penyebar Hoax?

Pihak kepolisian kita sudah berulang kali meminta masyarakat untuk tidak langsung mempercayai dan menyebarkan suatu informasi atau pesan berantai melalui media sosial, karena bila ternyata pesan tersebut tidak benar, bohong, maka penyebarnya bisa dikenai sanksi pidana.

Pelaku penyebar konten hoax tersebut, bisa dianggap melanggar Pasal 28 dalam Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Di dalam pasal 28 UU ITE ini disebutkan bahwa Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Cara Mudah Mengenali Berita Hoax atau Bukan?


  • Cek Alamat Situs Berita

Pertama cek URL atau alamat situs beritanya. Banyak berita hoax yang model penyebaran beritanya dengan menggunakan nama sebuah perusahaan media yang sudah dikenal. Tampilan halaman mukanya pun dibuat sedemikian rupa hingga terlihat mirip asli.
Untuk mengetahuinya dapat dengan memperhatikan URL-nya. Apakah alamat situs beritanya betul atau ternyata berbeda.

  • Melakukan Pengecekan di Google

Melakukan pengecekan adalah cara paling ampuh untuk membuktikan kebenaran suatu berita. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah menggunakan mesin pencari Google.

Saat ini google dapat melakukan pengecekan foto, caranya hanya dengan men-drag foto tersebut ke halaman google images untuk mencari informasi lebih dalam kebenarannya secara online.

  • Membaca Artikel tersebut dengan Cermat

Cara yang paling mudah untuk mengenali ciri-ciri konten hoax adalah dengan membaca secara cermat dan menyeluruh pada setiap bangunan kata dan kalimat yang disusun, bukan hanya pada judul. Kemudian menandai apakah ada kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan.

Berikut adalah tips mengenali kejanggalan konten hoax

  1. Apakah sumber berita dari media yang jelas dan kredibel atau bukan
  2. Apakah isinya bertentangan dengan logika umum dan ilmu pengetahuan atau terdapat kontradiksi dengan fakta yang sudah umum diketahui
  3. Konten hoax umumnya menggunakan istilah yang terkesan ilmiah, seringkali membawa nama-nama organisasi besar, ilmuan fiktif, tanpa disertai bukti yang kuat, yang tujuannya memanfaatkan keawaman pembaca
  4. Penggunaan kata-kata paranoid  atau konstruksi kalimat yang mendorong pembaca untuk menyebarluaskan pesan tersebut



Share on Google Plus

About Arie Tarim

Artikelmanfaat.com adalah sebuah situs blog berisi artikel bermanfaat yang mencakup berbagai tema yang dapat dijadikan sebagai referensi serta informasi

0 komentar:

Posting Komentar